Nuansametro.com - Meulaboh | Upaya memerangi penyalahgunaan narkotika di Aceh kian diperkuat melalui pendekatan berbasis pendidikan dan keagamaan. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, melakukan kunjungan silaturahmi ke Dayah Ruhul Qur’an Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Program ANANDA Bersinar.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyosialisasikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dengan melibatkan sekitar 800 santri sebagai sasaran utama.
Dalam penyampaiannya, Dedy menegaskan bahwa santri bukan hanya objek pembinaan, tetapi subjek penting dalam gerakan sosial melawan narkoba.
“Santri memiliki posisi strategis sebagai agent of change. Mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga membawa misi moral untuk menjaga masyarakat dari ancaman narkotika,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama jajaran pemerintah daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, serta pimpinan dayah.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Bupati Tarmizi dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah BNNP Aceh yang menyasar kalangan pesantren. Menurutnya, dayah memiliki peran sentral sebagai benteng moral yang mampu membentuk karakter generasi muda.
“Dayah bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng terakhir dalam menjaga akhlak generasi bangsa. Peran ini sangat penting dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks,” ujarnya.
Program ANANDA Bersinar sendiri menjadi salah satu pendekatan preventif yang menitikberatkan pada edukasi, penguatan nilai-nilai kehidupan sehat, serta pembentukan kesadaran kolektif di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret dalam memperkuat peran lembaga pendidikan berbasis keagamaan dalam mendukung agenda nasional Indonesia Bersih Narkoba.
Di tengah meningkatnya tantangan peredaran gelap narkotika, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan sosial yang kuat.
Dengan menggandeng dayah, BNNP Aceh tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menanamkan nilai—bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari lingkungan terkecil hingga ke tingkat nasional.
• NP

0 Komentar