![]() |
| Foto : Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) KKPMP Provinsi Banten yang digelar di Gedung Diskominfo Kota Cilegon |
Nuansametro.com - Cilegon | Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) KKPMP Provinsi Banten yang digelar di Gedung Diskominfo Kota Cilegon menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari Mada, Mawil, Marcab hingga unsur sayap organisasi.
Dalam arahannya, Ketua Mawil, Jeri Kaspor, menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang aktif di seluruh lini organisasi. Ia menekankan bahwa sinergitas, solidaritas, dan kedisiplinan adalah fondasi utama agar roda organisasi tetap berjalan sesuai visi dan aturan yang telah ditetapkan.
“Seluruh anggota wajib menjaga komunikasi yang intens dan menjalankan koordinasi secara berkelanjutan. Ini bukan hanya soal struktur, tapi soal komitmen bersama,” tegasnya di hadapan peserta.
Selain itu, Jeri juga menyoroti pentingnya etika kehadiran dalam forum resmi. Ia menegaskan bahwa setiap anggota yang menghadiri undangan organisasi dengan kop surat resmi wajib mengenakan atribut atau seragam sebagai bentuk identitas sekaligus penghormatan terhadap forum.
RAKERWIL ini turut dihadiri sejumlah pimpinan daerah, di antaranya Ketua Mada Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak, yang menunjukkan soliditas lintas wilayah dalam tubuh organisasi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga perwakilan LBH Mawil, Muhamad Rosidin, mendorong penguatan program pelatihan dan pengkaderan.
Ia menegaskan bahwa sistem kaderisasi akan dilakukan secara berjenjang dan terstruktur, mulai dari tingkat cabang hingga wilayah.
“Pembinaan tidak boleh berhenti. Kader harus dipersiapkan secara sistematis agar organisasi tetap kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Acara yang dipandu oleh Ketua Mada Kota Serang, Robani, selaku sekretaris kegiatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Vina Razika dan ditutup dengan doa oleh Ustadz Suroji.
Dalam hasil rapat, ditegaskan bahwa setiap anggota wajib menjalankan tugas dan tanggung jawab di bawah pengawasan pimpinan masing-masing.
Apabila terjadi pelanggaran terhadap keputusan organisasi, akan dilakukan penindakan dan pembinaan sesuai aturan yang berlaku.
Bagi unsur sayap organisasi, peserta pelatihan akan direkomendasikan dan dibina langsung oleh pimpinan di tiap tingkatan, guna memastikan kualitas kader yang merata dan terarah.
Sebagai penutup, panitia menyampaikan evaluasi terbuka atas pelaksanaan kegiatan, sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan.
“Kami menyadari kegiatan ini belum sempurna. Untuk itu kami memohon maaf kepada seluruh keluarga besar organisasi, seraya berharap ke depan dapat lebih baik,” tutup pernyataan panitia.
Pewarta: Zul


0 Komentar