Headline News

Ngopi Kamtibmas di Neglasari, Pendekatan Humanis Polisi, Warga Bicara Tanpa Sekat

 

Foto : Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, turun langsung ke tengah warga

Nuansametro.com - Tangerang | Suasana sore di kawasan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (16/4/2026), terasa lebih hidup dari biasanya. Bukan karena keramaian semata, melainkan hadirnya ruang dialog yang jarang terjadi: pertemuan santai namun substansial antara polisi dan masyarakat dalam program “Ngopi Kamtibmas”.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, turun langsung ke tengah warga. Tanpa podium formal, tanpa jarak protokoler yang kaku, ia memilih duduk bersama masyarakat—mendengar, menjawab, sekaligus membuka ruang kritik.

Kegiatan ini jauh dari sekadar seremoni. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan persoalan nyata yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari parkir liar yang meresahkan, dugaan tindak pidana, hingga kebingungan soal prosedur pelaporan hukum. Semua dibahas terbuka, tanpa filter.

“Kalau ada persoalan kamtibmas, silakan disampaikan. Kita cari solusi bersama,” ujar Kapolres, menegaskan pendekatan dialogis yang diusung.

Sebelum sesi ngopi, Kapolres lebih dulu melakukan pengecekan Pos Satkamling Terpadu di RW 07 Kelurahan Karanganyar. Ia berdialog langsung dengan petugas ronda, mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai benteng awal pencegahan kejahatan.

Pesan yang dibawanya jelas: keamanan bukan monopoli aparat. Tanpa partisipasi warga, stabilitas hanya akan menjadi slogan.

“Sinergi ini penting. Polisi tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Yang menarik, forum ini tidak berjalan satu arah. Warga aktif bertanya, bahkan mengkritisi. Kapolres pun merespons dengan penjelasan lugas tanpa bahasa birokratis yang berbelit. 

Transparansi menjadi kunci, sesuatu yang sering kali dirindukan publik dalam interaksi dengan aparat penegak hukum.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa kentongan dan paket sembako kepada warga. Bantuan ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi penguat bagi aktivitas ronda malam sekaligus mempererat solidaritas sosial.

Kegiatan ditutup dalam suasana hangat—bukan sekadar pertemuan formal yang selesai begitu saja, melainkan interaksi yang meninggalkan kesan. Ada kepercayaan yang mulai dibangun, ada jarak yang dipangkas.

Program seperti “Ngopi Kamtibmas” menunjukkan bahwa pendekatan humanis bukan hanya jargon. Ketika polisi hadir, mendengar, dan merespons secara langsung, kepercayaan publik punya ruang untuk tumbuh.

Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, langkah sederhana ini justru menjadi strategi yang tajam: membangun keamanan dari kedekatan, bukan sekadar penegakan.


• ZuL 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro