![]() |
| Foto : Komisi Pemilihan Umum (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Karawang melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang pada Selasa (28/06/2026) |
Nuansametro.com - Karawang | Komisi Pemilihan Umum (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Karawang mulai mengarahkan fokusnya pada investasi demokrasi jangka panjang. Melalui kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang pada Selasa (28/06/2026), KPU tidak sekadar membangun relasi kelembagaan, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi lahirnya pemilih muda yang cerdas dan kritis.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Disdikbud Karawang itu disambut langsung oleh Kepala Disdikbud Wawan Setiawan, Sekretaris Dinas Irlan Suarlan, serta jajaran kepala bidang.
Suasana hangat mencerminkan satu kesamaan visi: memperkuat literasi demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah.
Ketua KPU Karawang, Mari Fitriani, menegaskan bahwa langkah ini bukan program seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas demokrasi.
Ia menyoroti kelompok usia 14–15 tahun—siswa SMP saat ini yang pada Pemilu 2029 akan masuk kategori pemilih pemula.
“Jika hari ini mereka dibekali pemahaman politik yang benar, maka di masa depan kita tidak hanya memiliki pemilih, tetapi warga negara yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya,” tegas Mari.
Menurutnya, tantangan terbesar demokrasi bukan sekadar partisipasi, tetapi kualitas pilihan. Di sinilah pendidikan pemilih menjadi krusial, membentuk generasi yang tidak mudah terpengaruh disinformasi, politik uang, maupun polarisasi.
Disdikbud Karawang merespons positif inisiatif tersebut. Pihak dinas menyatakan siap membuka akses seluas-luasnya bagi program edukasi KPU masuk ke sekolah-sekolah.
Kolaborasi ini dinilai strategis karena menghadirkan materi demokrasi langsung dari penyelenggara pemilu, bukan sekadar teori di ruang kelas.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu apa itu pemilu, tapi juga memahami maknanya. Ini penting agar mereka siap menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat,” ujar perwakilan Disdikbud.
Pertemuan ini sekaligus menjadi titik awal penguatan program “KPU Goes to School” yang dirancang lebih sistematis dan menjangkau seluruh wilayah Karawang.
Jika dijalankan konsisten, program ini berpotensi menjadi model pendidikan pemilih yang tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga memperbaiki kualitas demokrasi dari akarnya.
Langkah KPU Karawang ini mengirim pesan jelas: masa depan demokrasi tidak ditentukan saat hari pencoblosan, melainkan jauh sebelumnya di ruang-ruang kelas tempat kesadaran politik pertama kali dibentuk.
• Irfan Sahab

0 Komentar