Headline News

Halal Bihalal FWJI–LBH Pisau, Dari Tradisi Tahunan Menuju Konsolidasi Strategis Wilayah

 

Foto : Halal bihalal yang digelar Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Bogor Raya bersama LBH Pisau di Sekretariat LBH Pisau, Parung Panjang, Minggu (12/4/2026).

Nuansametro.com - Bogor | Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan sejumlah elemen masyarakat di wilayah Bogor Raya untuk memperkuat jejaring lintas sektor. Halal bihalal yang digelar Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Bogor Raya bersama LBH Pisau di Sekretariat LBH Pisau, Parung Panjang, Minggu (12/4/2026), bukan sekadar tradisi tahunan melainkan cerminan konsolidasi sosial antara pemerintah, aparat, jurnalis, dan organisasi masyarakat.

Acara ini dihadiri jajaran Muspika Parung Panjang, di antaranya Camat Parung Panjang Chairuka Judhyanto Nugroho, Kapolsek Parung Panjang Kompol Muhammad Taufik, serta perwakilan TNI Serma Ryan Octarianto. 

Hadir pula Ketua Umum LBH Pisau Puguh Triwibowo, Ketua Umum FWJ Indonesia Mustopa Hadi Karya (Opan), Ketua Korwil FWJI Bogor Raya Anwar Ahmad, serta sejumlah organisasi masyarakat, komunitas, dan insan pers.

Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan ini menghadirkan lebih dari sekadar seremoni. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa stabilitas wilayah tidak bisa hanya bergantung pada aparat, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

Camat Parung Panjang, Chairuka Judhyanto Nugroho, menilai kegiatan tersebut sebagai simbol kuatnya hubungan sosial antar elemen masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan yang mendorong kebersamaan dan stabilitas, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Namun di balik nuansa hangat, tersirat pesan penting: perlunya kesinambungan antara kebijakan, penegakan hukum, dan peran sosial masyarakat. 

Hal ini diperkuat oleh Kapolsek Parung Panjang, Kompol Taufik, yang menekankan bahwa kondusivitas wilayah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat keamanan.

Sementara itu, Ketua Umum LBH Pisau, Puguh Triwibowo, menyoroti pentingnya edukasi hukum bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kesadaran hukum merupakan fondasi utama dalam menciptakan tatanan sosial yang adil dan berkelanjutan.

“Tanpa pemahaman hukum yang baik, stabilitas hanya bersifat semu,” tegasnya.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal yang difasilitasi oleh Babinsa setempat. Kehadiran sektor ekonomi rakyat dalam acara ini menjadi indikator bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal kebijakan, tetapi juga perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Di sisi lain, Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustopa Hadi Karya, menyampaikan bahwa halal bihalal ini merupakan ruang strategis untuk menyatukan visi antara jurnalis, praktisi hukum, pemerintah, dan masyarakat.

“Ini bukan hanya tradisi, tapi ruang konsolidasi. Kita butuh kesatuan visi untuk menjaga arah pembangunan,” ujarnya.

Acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan anniversary komunitas Mercy W202, yang menambah nuansa kebersamaan lintas komunitas. Simbol bahwa jejaring sosial kini semakin luas, tidak lagi terbatas pada institusi formal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Namun lebih dari itu, yang tersisa adalah pesan kuat: bahwa kolaborasi adalah kunci.

Halal bihalal di Parung Panjang ini menunjukkan bahwa ketika batas antara pemerintah, masyarakat, dan profesi mulai mencair, terbuka peluang besar untuk membangun wilayah yang lebih solid bukan hanya secara struktural, tetapi juga sosial.


• Irfan 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro