Headline News

FWJ Indonesia dan WPO Siap Kibarkan Semangat Kebebasan Pers di Puncak Bogor

Ilustrasi 

Nuansametro.com - Karawang | Peringatan World Press Freedom Day kembali menjadi momentum penting untuk menegaskan arti kebebasan pers di tengah berbagai tantangan global. Ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejak 1993, hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat keras bagi negara dan masyarakat akan pentingnya menjaga independensi media serta melindungi kebebasan berekspresi.

Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang akrab disapa Opan menegaskan bahwa kebebasan pers adalah fondasi utama demokrasi. 

Dalam keterangannya di Jakarta (23/4/2026), ia menyebut bahwa peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi para jurnalis yang menghadapi intimidasi, kekerasan, bahkan kehilangan nyawa saat menjalankan tugas.

“Ini bukan hanya perayaan, tapi refleksi global. Kita menilai sejauh mana kebebasan pers dihormati, sekaligus memperkuat solidaritas terhadap jurnalis yang terancam,” ujar Opan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, FWJ Indonesia bersama World Peace Organization akan menggelar peringatan pada 2–3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar, Puncak, Bogor. 

Acara ini diproyeksikan dihadiri 150 hingga 300 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, mencakup perwakilan pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Pemilihan tanggal 3 Mei bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut merujuk pada semangat Deklarasi Windhoek 1991 di Namibia—sebuah tonggak penting yang menegaskan prinsip pers bebas, independen, dan pluralistik.

Di tingkat global, UNESCO secara rutin menggelar konferensi tahunan setiap bulan Mei untuk membahas isu-isu krusial dunia jurnalistik, mulai dari etika profesi hingga ancaman digital terhadap kebebasan media.

Opan juga menyoroti perbedaan mendasar antara Hari Pers Sedunia dan Hari Pers Nasional (HPN). Jika Hari Pers Sedunia berskala internasional dan diperingati setiap 3 Mei, maka HPN merupakan momentum nasional yang jatuh pada 9 Februari, bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Foto : Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia, Mustofa Hadi Karya

“Dua momentum ini punya makna berbeda, tapi sama-sama penting. Yang satu bicara kebebasan pers secara global, yang satu lagi memperkuat identitas pers nasional,” tegasnya.

Dengan rencana peringatan ini, FWJ Indonesia ingin mengirim pesan tegas: kebebasan pers bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus terus diperjuangkan terutama di tengah tekanan politik, ekonomi, dan disrupsi teknologi yang semakin kompleks.


• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro