![]() |
| Foto : Emoh Elyana |
Nuansametro.com - Bekasi | Kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedung Waringin, mulai menghangat. Salah satu nama yang kembali mencuat adalah Emih Elyana, calon anggota BPD dari keterwakilan perempuan Dusun 2, yang memilih maju lagi dengan membawa modal pengalaman dan rekam jejak pengabdian langsung di tengah masyarakat.
Perempuan berusia 50 tahun itu bukan sosok baru. Pada periode sebelumnya, Emih dikenal aktif menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi warga.
Namun yang membuat namanya kuat di tingkat akar rumput bukan semata jabatan, melainkan keterlibatannya dalam urusan sosial terutama membantu warga sakit hingga memastikan mereka mendapat perawatan medis yang layak.
Di luar perannya sebagai anggota BPD, Emih juga tercatat aktif sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kecamatan Kedung Waringin. Aktivitas ini memperkuat citranya sebagai figur lapangan yang tidak berjarak dengan persoalan warga.
“Pengabdian itu amanah. Kalau diberi kepercayaan lagi, saya ingin memastikan aspirasi warga benar-benar diperjuangkan, bukan sekadar didengar,” ujar Emih saat ditemui di kediamannya.
Pencalonannya kali ini mengusung pesan yang sederhana namun tegas: pelayanan, profesionalisme, dan keberlanjutan. Slogannya, “Waringinjaya lebih maju, lanjutkan!”, menjadi penanda bahwa ia tidak menawarkan janji baru, melainkan kelanjutan kerja yang sudah berjalan.
Meski demikian, langkah Emih bukan tanpa tantangan. Dinamika politik desa yang semakin kompetitif menuntut lebih dari sekadar rekam jejak.
Transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat akan menjadi ujian utama bagi para kandidat, termasuk dirinya.
Emih menekankan pentingnya peran perempuan dalam struktur BPD. Menurutnya, keterwakilan perempuan bukan hanya formalitas, tetapi kebutuhan untuk memastikan perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan desa.
“Perempuan punya sudut pandang berbeda, terutama dalam isu keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan. Itu harus hadir dalam musyawarah desa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis BPD sebagai jembatan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Dalam pandangannya, pembangunan desa tidak bisa berjalan efektif tanpa keterbukaan dan partisipasi warga.
Menjelang pemilihan, Emih mengajak masyarakat untuk tidak apatis dan menggunakan hak pilih secara bijak.
Ia menyadari bahwa kepercayaan publik tidak datang otomatis, melainkan harus terus dijaga melalui kerja nyata.
Dengan pengalaman, jaringan sosial, serta kedekatan emosional dengan warga, Emih Elyana kini kembali bertarung untuk kursi BPD periode 2026–2034.
Pertanyaannya, apakah rekam jejak pengabdian cukup kuat untuk mengamankan dukungan di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat?
Waktu dan pilihan warga Dusun 2 akan menjadi penentunya.
• Nana

0 Komentar