![]() |
| Foto : Audiensi strategis antara Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara dan Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmadja, Senin (13/4/2026). |
Nuansametro.com - Kabupaten Bekasi | Upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat terlarang memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmen kolaboratif bersama elemen masyarakat dalam audiensi strategis antara Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara dan Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmadja, Senin (13/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Plaza Pemda ini bukan sekadar seremonial. Di hadapan pemerintah daerah, Ketua Umum FORTAL Nusantara Kang Edo memaparkan capaian signifikan, peredaran obat terlarang secara kasat mata diklaim turun hingga 95 persen dalam 22 bulan terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman belum usai.
“Peredaran kini bergerak lebih senyap dan adaptif. Pola transaksi seperti cash on delivery (COD) membuat distribusi semakin sulit dilacak,” tegasnya.
Ancaman Baru: Peredaran Terselubung dan Ketergantungan Permanen
FORTAL menyoroti pergeseran pola kejahatan yang lebih canggih, sekaligus meningkatnya korban ketergantungan yang berpotensi permanen. Kondisi ini dinilai sebagai “bom waktu sosial” jika tidak segera ditangani secara sistematis.
Masalahnya tidak lagi sebatas penindakan. Rehabilitasi, pembinaan, hingga reintegrasi sosial korban menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor hingga level desa.
Respons Tegas Pemkab: Turun Langsung dan Libatkan Semua Kekuatan
Menanggapi hal tersebut, dr. Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berpangku tangan. Ia memastikan dukungan penuh terhadap FORTAL, baik dari sisi legalitas maupun operasional gerakan di lapangan.
Lebih dari itu, Pemkab Bekasi akan mengerahkan dinas terkait dan menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) untuk bergerak terpadu.
“Kami tidak hanya mendukung, tetapi akan turun langsung bersama. Ini harus menjadi gerakan bersama yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain isu narkotika, Asep juga menyinggung agenda prioritas lain seperti pembenahan sistem perizinan, penataan ruang publik termasuk kawasan Pasar Tumpah SGC, serta pengendalian pembiayaan Jaminan Kesehatan Daerah agar tetap tepat sasaran.
Koalisi Sosial: FORTAL dan GANAS Siap Kawal
Dalam audiensi tersebut, FORTAL Nusantara bersama GANAS (Gada Sakti Nusantara) menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Komitmen itu mencakup penguatan edukasi masyarakat, pencegahan berbasis komunitas, hingga menjaga stabilitas sosial.
Kolaborasi ini menegaskan satu hal: perang melawan obat terlarang tidak bisa dimenangkan secara parsial.
Momentum atau Sekadar Klaim?
Meski capaian penurunan 95 persen menjadi catatan positif, tantangan sesungguhnya justru berada di wilayah yang tak terlihat. Peredaran terselubung, jaringan digital, dan korban ketergantungan menjadi indikator bahwa persoalan ini belum benar-benar terkendali.
Audiensi ini menjadi momentum penting. Namun, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh konsistensi aksi di lapangan—bukan sekadar komitmen di atas meja.
Harapan Besar untuk Generasi Muda
Dengan sinergi yang mulai terbangun, harapan kini tertuju pada keberlanjutan langkah konkret. Jika kolaborasi ini berjalan efektif, Kabupaten Bekasi berpeluang menjadi model penanganan terpadu menggabungkan penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi.
Pertaruhan utamanya jelas: masa depan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari jerat obat terlarang.
• NP

0 Komentar