![]() |
| Foto : Satuan Reserse Narkoba menggerebek dua titik yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika di bantaran rel kereta api Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (24/4). (Ist) |
Nuansametro.com - Medan | Upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan kembali membuahkan hasil. Satuan Reserse Narkoba menggerebek dua titik yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika di bantaran rel kereta api Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (24/4).
Dua lokasi yang disasar yakni Gang Nusa Indah dan Gang Pisang, Desa Tembung. Dalam operasi tersebut, petugas meringkus empat pria berinisial DS (40), AF (20), SH (37), dan ZS (48).
Keempatnya diduga kuat terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan sekaligus peredaran narkoba.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sedikitnya 10 paket sabu dengan total berat 10,59 gram. Barang bukti lain turut diamankan, mulai dari ganja kering, timbangan elektrik, alat hisap, uang tunai yang diduga hasil transaksi, hingga puluhan plastik klip kosong.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, menegaskan bahwa penggerebekan ini merupakan respons atas munculnya kembali aktivitas narkoba di kawasan tersebut, yang sebelumnya sempat dibersihkan.
“Area ini sudah pernah kami tindak dan pantau. Namun kembali ditemukan aktivitas mencurigakan, sehingga kami lakukan penindakan tegas,” ujarnya, Minggu (26/4).
Menurut Rafli, pengungkapan kasus narkoba tidak sekadar soal angka penangkapan, melainkan bagian dari upaya melindungi masyarakat khususnya generasi muda dari ancaman narkotika yang semakin mengkhawatirkan.
Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkoba.
“Kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, apalagi jika sampai membahayakan petugas,” katanya.
Sebagai bentuk efek jera, petugas langsung menghancurkan lapak-lapak yang digunakan untuk transaksi narkoba di lokasi tersebut.
Seluruh bangunan liar yang diduga menjadi tempat aktivitas ilegal itu dibakar hingga rata dengan tanah.
Penggerebekan ini kembali menegaskan bahwa peredaran narkoba di kawasan rawan masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi aparat.
Polisi memastikan pengawasan akan terus diperketat agar wilayah tersebut tidak kembali menjadi “zona merah” narkotika.

0 Komentar