![]() |
| Foto : Satgas MBG wilayah Karawang, Ridwan Salam. (Istimewa) |
Nuansametro.com - Karawang | Tiga dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karawang terpaksa menghentikan operasionalnya sementara waktu setelah diduga melanggar sejumlah ketentuan standar pengelolaan dapur dan distribusi makanan.
Penutupan tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat serta temuan hasil pemeriksaan lapangan yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar operasional dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari pengawasan program yang digagas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN), guna memastikan makanan yang diberikan kepada siswa dan masyarakat penerima manfaat benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas gizi.
Satgas MBG wilayah Karawang, Ridwan Salam, menjelaskan penghentian sementara operasional dapur dilakukan setelah laporan masyarakat masuk ke BGN dan diverifikasi melalui pemantauan di lapangan.
“Sesuai surat BGN tertanggal 2 Maret, tiga dapur SPPG dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan setiap laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan BGN akan langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.
Menurutnya, pengawasan terhadap dapur penyedia makanan program MBG dilakukan secara ketat karena menyangkut kesehatan para penerima manfaat.
Adapun tiga dapur yang dihentikan operasionalnya yakni SPPG Karawang Kulon 3, SPPG Klari Pancawati, dan SPPG Klari Pancawati 3. Ketiganya merupakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bagi program MBG di wilayah Karawang.
Ridwan menegaskan keputusan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengelola dapur MBG lainnya agar mematuhi standar pengelolaan pangan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Program ini menyangkut kesehatan anak-anak dan masyarakat. Karena itu standar keamanan pangan tidak boleh diabaikan,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah serta kelompok rentan. Melalui dapur-dapur SPPG di berbagai daerah, pemerintah menyalurkan makanan sehat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian penerima manfaat.
Pemerintah menegaskan bahwa kualitas makanan dalam program ini tidak boleh dikompromikan. Pengawasan akan terus diperketat agar setiap dapur penyedia makanan menjalankan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan.
Jika pelanggaran serupa kembali ditemukan, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap pengelola dapur yang tidak mematuhi aturan.
• NP

0 Komentar