Headline News

Satgas Pangan Pantau Harga Bapokting di Bandung, Cabai Rawit dan Telur Masih di Atas HAP

Foto : Satgas Pangan Polri terus memperketat pengawasan terhadap harga dan distribusi bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar strategis di Kota Bandung, Jawa Barat. (Ist)

Nuansametro.com - Bandung | Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polri terus memperketat pengawasan terhadap harga dan distribusi bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar strategis di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemantauan dilakukan secara intensif di Pasar Kosambi dan Pasar Induk Caringin pada Sabtu (14/3/2026), melibatkan Satgas Pangan Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Bulog, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kegiatan tersebut dipimpin Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas RI, I Gusti Ketut Astawa, didampingi Kaposko Satgas Pangan Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho dan Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono.

Ketut Astawa mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok di kedua pasar tersebut dalam kondisi aman, dengan distribusi yang berjalan lancar dan harga relatif terkendali.

“Pasokan bahan pokok di Pasar Induk Caringin dan Pasar Kosambi dapat dikategorikan aman, distribusi lancar, dan harga bahan pokok secara umum masih dalam kondisi terkendali,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Namun demikian, dari hasil pengecekan ditemukan beberapa komoditas yang masih mengalami kenaikan harga di atas Harga Acuan Pembelian (HAP), terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras.

Berdasarkan penelusuran di Pasar Induk Caringin, kenaikan harga cabai dipicu menurunnya produksi dari sentra pertanian di Lembang akibat tingginya curah hujan serta serangan hama. Saat ini harga cabai rawit merah di tingkat pedagang tercatat mencapai sekitar Rp75.000 per kilogram.

Untuk menekan harga, Dinas Perdagangan Kota Bandung disarankan berkoordinasi dengan daerah sentra produksi cabai serta memberikan fasilitas dukungan distribusi guna menekan biaya transportasi.

Sementara itu, harga telur ayam ras di tingkat distributor juga masih mendekati atau berada di atas HAP. Telur yang beredar diketahui berasal dari produsen dan peternak di Blitar. Pemerintah pun telah mengirimkan surat teguran kepada produsen dan distributor agar segera menyesuaikan harga.

Dalam pemantauan tersebut, Satgas juga menemukan pedagang yang menjual minyak goreng Minyakita di atas harga acuan. Setelah ditelusuri, pedagang tersebut bukan mitra Bulog dan memperoleh pasokan melalui pembelian di media sosial.

Menindaklanjuti temuan itu, Dinas Perdagangan bersama Bulog akan membantu pedagang tersebut mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) serta memfasilitasi kemitraan resmi dengan Bulog agar distribusi Minyakita dapat berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, harga daging sapi segar di Pasar Kosambi kini kembali stabil pada kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Sebelumnya sempat muncul laporan harga mencapai Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

Setelah dilakukan pengecekan, Satgas menemukan bahwa harga tinggi tersebut berasal dari jenis daging sapi premium seperti khas dalam yang sudah dibersihkan, sehingga wajar dijual dengan harga lebih tinggi dibanding daging biasa.

Dirreskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan harga bahan pokok di pasar.

“Kami mengimbau kepada produsen, distributor, dan pedagang agar menjual bahan pokok sesuai dengan HET dan HAP yang telah ditetapkan pemerintah. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan,” katanya.

Hal senada disampaikan Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho yang menegaskan pengawasan akan terus diperkuat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Menurutnya, Satgas Pangan bersama kementerian terkait, Bulog, dan BUMN akan terus memantau distribusi pangan di seluruh wilayah untuk memastikan tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.

“Pengawasan distribusi dan harga bahan pokok akan terus kami lakukan secara intensif agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga menjelang hari besar keagamaan,” tegasnya.

Pemerintah berharap melalui pengawasan terpadu tersebut, ketersediaan pangan nasional tetap aman dan harga kebutuhan pokok dapat terkendali hingga perayaan Nyepi dan Idul Fitri mendatang.


• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro