Foto : Gelaran Reuni Entut Gedang yang mempertemukan warga lintas generasi Desa Pekalongan di Cangkruk Kencana, Senin (Lebaran).

Nuansametro.com - Pati | Lebaran kembali membuktikan dirinya bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum strategis untuk menyatukan energi sosial warga. Hal itu tergambar kuat dalam gelaran Reuni Entut Gedang yang mempertemukan warga lintas generasi Desa Pekalongan di Cangkruk Kencana, Senin (Lebaran).

Sejak pagi hingga lewat tengah malam, ruang sederhana itu berubah menjadi forum hidup: tempat rindu dituntaskan, pengalaman dibagikan, dan masa depan desa mulai dirumuskan bersama.

Tidak ada sekat. Remaja, pemuda, tokoh masyarakat, hingga sesepuh duduk lesehan dalam satu lingkaran. Ini bukan sekadar temu kangen ini konsolidasi sosial yang jarang terjadi, terutama di tengah masyarakat yang kian terfragmentasi.

Lebaran sebagai Momentum Strategis

Kepala Desa Pekalongan menegaskan bahwa arus mudik harus dimaknai lebih dari sekadar pulang kampung. Ia menyebut diaspora desa sebagai aset strategis.

“Membangun desa bukan hanya tugas pemerintah desa. Ini tanggung jawab kolektif,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan retorika. Terlihat dari antusiasme warga perantauan yang hadir membawa gagasan konkret mulai dari pengembangan SDM hingga potensi ekonomi lokal.

Diskusi Cair, Gagasan Mengalir

Forum berlangsung santai namun substansial. Sejumlah tokoh seperti akademisi, praktisi, dan profesional berbagi pengalaman dari luar daerah memberikan perspektif baru bagi pembangunan Desa Pekalongan di Kabupaten Pati.

Canda segar yang dilontarkan beberapa tokoh turut mencairkan suasana, membuat diskusi tetap hidup tanpa kehilangan arah. Ini menjadi kekuatan tersendiri: komunikasi yang egaliter namun produktif.

Dari Silaturahmi ke Aksi Nyata

Menjelang akhir acara, forum tidak berhenti pada wacana. Sejumlah poin penting dirumuskan sebagai langkah awal kontribusi nyata warga untuk desa.

Kepala Desa menutup acara dengan penegasan komitmen:

“Ini bukan sekadar pertemuan. Ini awal gerakan bersama.”

Energi Desa: Kolaborasi Generasi

Kehadiran tokoh senior dan generasi muda menjadi simbol keseimbangan penting: kebijaksanaan bertemu energi. Kombinasi ini menjadi modal sosial utama yang jarang dimiliki banyak desa.

Dalam konteks yang lebih luas, pertemuan ini mencerminkan satu hal krusial: pembangunan desa tidak bisa lagi bersifat top-down. Ia harus tumbuh dari partisipasi kolektif, termasuk dari mereka yang berada di luar desa.

Tajamnya Pesan: Desa Adalah Masa Depan

Apa yang terjadi di Desa Pekalongan adalah potret kecil dari isu besar: masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh desa.

Ketika desa mampu mengonsolidasikan warganya baik yang tinggal maupun merantau maka potensi besar bisa diakselerasi. Sebaliknya, tanpa kebersamaan, potensi hanya akan menjadi wacana.

Reuni Entut Gedang memberi satu pesan tegas:
kemajuan desa bukan soal anggaran semata, tetapi soal kesadaran kolektif.

Dan dari sebuah balai sederhana di Pati, harapan itu kembali dinyalakan.


Pewarta: Zul