![]() |
| Foto : Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut saat menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) secara situasional dalam rangka pengamanan arus mudik Operasi Ketupat Lodaya 2026. |
Nuansametro.com - Garut | Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) secara situasional dalam rangka pengamanan arus mudik Operasi Ketupat Lodaya 2026, Selasa (24/03/2026).
Kebijakan ini terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah jalur krusial, terutama Limbangan–Malangbong serta Kadungora–Tarogong–Leles.
Penerapan one way dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan. Sejak pagi hingga malam hari, petugas beberapa kali melakukan penutupan dan pengalihan arus di titik rawan kemacetan, seperti kawasan Lewo, Bandrek, Limbangan, hingga Malangbong.
Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa rekayasa ini difokuskan untuk memperlancar arus kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya yang mengalami lonjakan signifikan selama masa mudik.
“Pelaksanaan one way dilakukan secara bertahap dengan durasi bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 menit, menyesuaikan kepadatan arus di masing-masing titik,” ujarnya.
Di jalur Limbangan–Malangbong, sistem satu arah diberlakukan di sejumlah titik strategis seperti Mesjid Kaum Lewo, Pasar Domba, RM Pananjung, hingga Simpang Tiga Malangbong.
Sementara itu, di jalur Kadungora–Tarogong–Leles, rekayasa arus diterapkan di kawasan Kadungora, Tutugan Leles, hingga Simpang Empat Kubang.
Data yang dihimpun menunjukkan tingginya volume kendaraan yang melintas di wilayah hukum Polres Garut. Dari arah Bandung menuju Garut tercatat sebanyak 38.147 kendaraan, terdiri dari 21.352 sepeda motor, 16.098 kendaraan kecil/sedang, dan 697 kendaraan besar.
Sementara arus sebaliknya, dari Garut menuju Bandung, justru lebih tinggi dengan total 54.020 kendaraan. Rinciannya meliputi 28.680 sepeda motor, 24.643 kendaraan kecil/sedang, serta 697 kendaraan besar.
Lonjakan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama periode arus balik, khususnya di jalur selatan Jawa Barat yang melintasi Kabupaten Garut. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum tetap terpantau lancar dan terkendali.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kesigapan petugas dalam menerapkan rekayasa lalu lintas secara dinamis di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Dengan rekayasa one way ini, diharapkan arus mudik berjalan aman, lancar, dan nyaman,” tambah Luky.
Dengan strategi pengaturan arus yang adaptif, Polres Garut menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas berbasis situasi nyata di lapangan menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kendaraan saat musim mudik.
• NP

0 Komentar