Headline News

Proyek Pipa Pertagas di Karawang Tuai Sorotan Warga, PT Dela Bantah Gunakan Alat Berat Untuk Penggalian

Foto : Proyek galian pipa milik Pertagas yang dikerjakan oleh PT Dela di wilayah desa Mekar Maya Cilamaya, Karawang, Jawa Barat

Nuansametro.com - Karawang | Proyek galian pipa milik Pertagas yang dikerjakan oleh PT Dela di wilayah desa Mekar Maya Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan warga. Di satu sisi, pihak perusahaan memastikan pekerjaan berjalan sesuai prosedur. Namun di sisi lain, warga mengklaim adanya ketidaksesuaian praktik di lapangan.

Perwakilan Humas PT Dela, Hadi, menegaskan bahwa penggunaan alat berat dalam proyek ini hanya difokuskan pada proses tertentu, bukan untuk penggalian jalur pipa.

“Penggunaan alat berat sangat penting untuk menangani pipa berukuran besar, terutama dalam proses penarikan dan penempatan agar sesuai dengan desain teknik,” ujar Hadi seperti dilansir dari Cakeawalanews.net, Jumat (20/3).

Ia menambahkan, khusus untuk tahap penggalian jalur pipa, perusahaan tidak menggunakan alat berat. Menurutnya, penggalian dilakukan secara manual guna menghindari risiko kerusakan pada pipa eksisting.

“Dari awal pengerjaan tidak ada penggalian menggunakan alat berat, karena berpotensi mengenai pipa existing. Alat berat hanya digunakan untuk langsir pipa atau memindahkan genset,” jelasnya.

Hadi juga memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai dengan Right of Way (ROW) yang telah ditetapkan, serta berada dalam pengawasan ketat demi menjaga standar keselamatan dan lingkungan.

“Komitmen kami adalah menyelesaikan proyek ini dengan tetap memperhatikan kualitas, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh warga setempat. Seorang warga berinisial K mengungkapkan bahwa alat berat sempat digunakan untuk mengeruk tanah di awal proyek.

“Dari awal alat berat dipakai untuk mengeruk. Setelah ada teguran dari Pertagas, baru tidak difungsikan lagi. Itu fakta di lapangan,” ujarnya.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan dan risiko keselamatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalur pipa.

Mereka berharap pihak Pertamina EP melalui Pertagas dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor.

“Kami khawatir kalau terjadi kebocoran atau bahkan ledakan. Harapannya proyek ini benar-benar memperhatikan keselamatan warga,” pungkasnya.

Ketegangan antara klaim perusahaan dan kesaksian warga ini menunjukkan pentingnya transparansi serta pengawasan ketat dalam proyek infrastruktur energi, terutama yang bersinggungan langsung dengan permukiman masyarakat.


• Red 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro