Headline News

Didorong Desakan Nikah, Pria Beristri Habisi Nyawa Pacar Pelajar di Kontrakan Telukjambe

Foto : Wakapolres Karawang, Kompol Andriyanto saat konferensi pers 

Nuansanetro.com - Karawang | Hubungan asmara yang seharusnya dibangun atas dasar cinta dan komitmen justru berakhir tragis. Seorang pria berinisial BIH (24), buruh asal Kabupaten Sukabumi, tega menghabisi nyawa pacarnya yang masih berstatus pelajar di sebuah kontrakan di wilayah Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah jasad korban ditemukan mengambang di saluran air kawasan industri Karawang International Industrial City (KJIE), tepatnya di dekat PT Toyota Astra Motor, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Wakapolres Karawang, Kompol Andriyanto, mengungkapkan bahwa tersangka bernama lengkap Bilal Ismail Hamdi Bin Aman Suwarman berhasil diamankan pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di lokasi persembunyiannya.

“Tersangka kami amankan dini hari. Ia merupakan buruh, berdomisili di Kampung Cibongbong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi,” ujar Andriyanto, Senin (2/3/2026).

Cekcok di Kontrakan Berujung Saling Cekik

Peristiwa pembunuhan bermula pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Tersangka mendatangi kontrakan korban di Dusun Ciketing, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Timur, untuk mengantarkan pakaian milik korban.

Namun, pertemuan tersebut berubah menjadi pertengkaran hebat. Korban mendesak tersangka—yang diketahui telah beristri—untuk menceraikan istrinya dan menikahinya. Korban juga meminta agar mereka bekerja bersama di salah satu perusahaan di Cikarang.

Kasat Resppa Polres Karawang, AKP Herwit Yuanita Bintari, menjelaskan bahwa cekcok mulut meningkat menjadi kontak fisik.

“Korban sempat menampar dan memukul pelaku. Pelaku awalnya diam dan tidak membalas. Saat hendak pergi bekerja, korban melarang dan mengancam akan berteriak maling jika pelaku meninggalkannya,” jelasnya.

Situasi kian memanas ketika korban mencekik leher tersangka. Emosi tersulut, tersangka membalas. Keduanya terlibat aksi saling cekik hingga korban terjatuh lemas.

Tersangka sempat memindahkan korban ke kasur dan meminta maaf. Namun, dalam kondisi lemas, korban kembali mencekik sambil berkata, “Kalau mau meninggal, mending meninggal dua-duanya sekarang.”

Ucapan itu memicu kemarahan tersangka. Ia kembali mencekik korban hingga akhirnya korban tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

Bekerja Seharian, Buang Jasad Tengah Malam

Ironisnya, setelah memastikan korban tak bernyawa, tersangka justru tetap berangkat bekerja sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan kendaraan proyek untuk mengantar karyawan ke PT Batrai di kawasan industri.

Ia baru kembali ke kontrakan pukul 23.00 WIB. Menyadari korban sudah meninggal, tersangka memutuskan membuang jasad pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 milik korban, tersangka membawa jasad dengan posisi disandarkan di bagian depan motor. Jasad kemudian dibuang ke saluran air dekat PT Toyota Astra Motor di kawasan KJIE.

Sekitar pukul 09.40 WIB, warga menemukan jasad korban dan melaporkannya ke polisi.

Terancam Hukuman Berat

Tim gabungan Satres PPA, PPO Polres Karawang, Resmob Polres Karawang, dan Unit Reskrim Polsek Telukjambe Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka ditangkap kurang dari 48 jam setelah jasad ditemukan.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, sandal, serta sepeda motor yang digunakan untuk membuang jasad.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) dan/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Wakapolres Karawang menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat keras bahwa emosi sesaat dapat menghancurkan masa depan.

“Jangan sampai persoalan hubungan pribadi diselesaikan dengan kekerasan. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang kekerasan dalam relasi asmara yang berujung maut—sebuah tragedi yang seharusnya bisa dicegah jika komunikasi dan penyelesaian masalah dilakukan dengan kepala dingin.


• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro