![]() |
| Foto : Aep Saepullah turun langsung mengunjungi rumah duka di wilayah Rengasdengklok Selatan, Selasa malam (24/3/2026). |
Nuansametro.com - Karawang | Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan di Majalengka. Sebagai bentuk empati sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah, Aep Saepullah turun langsung mengunjungi rumah duka di wilayah Rengasdengklok Selatan, Selasa malam (24/3/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp50 juta untuk setiap korban meninggal dunia.
Bantuan ini diberikan sebagai langkah konkret pemerintah daerah di tengah tidak adanya santunan dari Jasa Raharja.
“Korban tidak mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja karena menggunakan kendaraan pribadi, berplat hitam. Meski disewa, tetap dianggap bukan angkutan umum resmi,” tegas Aep saat berdialog dengan keluarga korban.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Karawang untuk mengambil peran langsung. Aep menegaskan, negara tidak boleh absen dalam situasi darurat kemanusiaan seperti ini.
“Kita hadir. Untuk korban meninggal, kita berikan Rp50 juta per orang,” ujarnya.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada korban luka. Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh, tanpa terkecuali.
“Korban luka yang sedang dirawat akan kita tanggung semuanya. Termasuk di RSUD Dengklok, kami siap menerima dan melakukan perawatan maupun kontrol lanjutan kapan pun dibutuhkan,” lanjutnya.
Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin menutup celah perlindungan sosial yang kerap muncul akibat aturan administratif, seperti status kendaraan dalam kasus ini.
Usai dari Rengasdengklok Selatan, Bupati melanjutkan kunjungan ke rumah korban lain di Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, hingga ke wilayah Kecamatan Pedes untuk menemui keluarga sopir kendaraan.
“Saya akan keliling ke semua rumah korban,” ungkapnya.
Kehadiran langsung kepala daerah di tengah duka masyarakat ini tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga pesan penting: negara tetap hadir, bahkan ketika sistem formal tidak mampu menjangkau seluruh korban.
• NP

0 Komentar