![]() |
| Foto : Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Kamis pagi. |
Nuansametro.com - Karawang | Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, pada Kamis pagi.
Insiden ini memicu kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat hingga beberapa kilometer, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 08.30 WIB. Api diduga berasal dari tumpukan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) yang telah mengering, menggunung, dan belum terangkut.
Kondisi cuaca panas ditengarai memperparah situasi, memicu peningkatan suhu di dalam tumpukan sampah yang mengandung gas metana, hingga akhirnya menimbulkan asap dan berkembang menjadi kobaran api.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang, Nanang, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah struktur bangunan TPST yang tertutup dan minim ventilasi.
“Kendala utama pemadaman di TPST Mekarjati adalah bangunan yang tertutup, sehingga tidak ada akses lubang udara atau ventilasi. Hal ini membuat api dan asap terperangkap di dalam,” ujar Nanang kepada awak media di lokasi.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Untuk penyebab akar kebakaran, kami belum bisa memastikan. Hal itu lebih tepat diketahui oleh petugas yang bertanggung jawab langsung di pengelolaan TPST,” paparnya.
Selain itu, tebalnya asap sempat menyulitkan petugas untuk masuk ke area kebakaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim damkar menggunakan blower guna menghisap dan mengeluarkan asap dari dalam bangunan.
“Blower kami gunakan agar asap bisa keluar maksimal, sehingga jarak pandang membaik dan petugas lebih aman saat melakukan pemadaman,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Mekarjati, Yono SE, memastikan kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh korsleting listrik. Ia menyebut pihak terkait, termasuk PLN, telah melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Yang jelas, kebakaran ini bukan akibat korsleting listrik. PLN sudah melakukan pengecekan dan memastikan sistem kelistrikan aman,” terangnya.
Menurut Yono, kebakaran diduga kuat dipicu oleh suhu tinggi yang menyebabkan reaksi gas di bagian bawah tumpukan sampah.
“Kemungkinan besar akibat suhu panas yang memicu reaksi gas dari dalam tumpukan sampah,” ujarnya.
Saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas Damkar Pemda Kabupaten Karawang, dibantu tim pemadam dari UPTD Rengasdengklok. Berkat upaya intensif tersebut, api dan asap dilaporkan mulai berangsur mengecil dan terkendali.
“Alhamdulillah, kondisi saat ini mulai membaik. Api dan asap perlahan menurun, meski petugas masih bersiaga penuh,” pungkas Yono.
• Kojek

0 Komentar