Headline News

Satu Tahun Aep–Maslani, Janji Yang Langsung Dikerjakan, Agama Sebagai Fondasi Karawang Maju

Foto : Ustadz Sunarto 

Oleh: Ust. Sunarto
Koordinator Forum Aktivis Islam

Satu tahun kepemimpinan Bupati Karawang H. Aep Syaepulloh dan Wakil Bupati H. Maslani mulai menunjukkan arah yang jelas. Komitmen besar yang mereka gaungkan melalui visi “Karawang Maju” kini kian terasa realisasinya dan hingga saat ini masih berada di jalur yang tepat (on the track).

Kami menilai, pemerintahan Aep–Maslani mampu melanjutkan ritme pembangunan yang telah berjalan pada periode sebelumnya tanpa jeda yang berarti. 

Hal ini membuat banyak janji kampanye tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi langsung dikerjakan dan dirasakan oleh masyarakat.

Meski demikian, apresiasi ini tentu harus dibarengi dengan harapan agar Pemerintah Kabupaten Karawang tetap konsisten melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa. 

Jangan sampai kemajuan yang dirasakan wilayah perkotaan meninggalkan kesenjangan dengan daerah pinggiran dan pedesaan.

Agama sebagai Fondasi Pembangunan Karakter

Salah satu ciri kuat kepemimpinan Aep–Maslani adalah perhatian serius terhadap urusan keagamaan Islam. Pemerintah daerah tampak memposisikan agama bukan sekadar simbol, melainkan sebagai fondasi pembentukan karakter masyarakat Karawang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan anggaran, kebijakan afirmatif, serta dukungan terhadap berbagai aktivitas syiar keagamaan. Beberapa program dan kebijakan yang telah dilaksanakan di antaranya:

Pertama, peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan tenaga keagamaan.
Pemerintah Kabupaten Karawang secara konsisten mengalokasikan anggaran besar untuk insentif pengajar agama. Sekitar Rp25 miliar telah disalurkan kepada puluhan ribu guru ngaji, marbot masjid, amil, serta guru madrasah seperti DTA, TPQ, MI, MTs, dan RA.

Kedua, kenaikan Dana BOPF DTA tahun 2025.
Anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Formal (BOPF) bagi lembaga Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) ditingkatkan menjadi Rp15 miliar. Ini menjadi bukti keberpihakan terhadap pendidikan keagamaan nonformal yang selama ini menjadi basis pendidikan umat.

Ketiga, perlindungan sosial bagi pengajar keagamaan.
Sebagian insentif dialokasikan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru dan tenaga keagamaan, sebagai bentuk jaminan perlindungan kerja dan kepastian sosial.

Keempat, pendidikan karakter berbasis agama.
Dalam menangani isu kedisiplinan pelajar, Bupati Aep Syaepulloh mengambil pendekatan yang humanis dan spiritual. Bukan membawa pelajar ke barak, tetapi ke masjid. Kegiatan keagamaan di sekolah negeri dan swasta diperbanyak sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.

Kelima, penguatan syiar Islam dan kegiatan keagamaan rutin.
Pemerintah daerah aktif memfasilitasi berbagai acara besar keagamaan di Karawang sebagai bagian dari penguatan identitas religius masyarakat.

Keenam, sinergi ulama dan umara.
Aep–Maslani menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah (umara) dan tokoh agama (ulama). Komunikasi aktif dengan MUI, forum pondok pesantren, dan berbagai organisasi keagamaan terus dijalin demi menjaga keharmonisan sosial.

Catatan dan Harapan

Kami mendorong agar ke depan komunikasi pemerintah daerah juga semakin intens dengan para aktivis Islam dan elemen umat lainnya. 

Dialog yang terbuka dan partisipatif akan menjadi kunci keberlanjutan program sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Akhir kata, kami mendoakan semoga Karawang Maju benar-benar terwujud—maju infrastrukturnya, unggul sumber daya manusianya, serta kuat akhlak masyarakat dan para pemimpinnya.

Barakallahu fiikum.


0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro