![]() |
| Ilustrasi (Ist) |
Isu mengorbanankan iuran BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini sedang menjadi sorotan publik di medsos dan pembicaraan masyarakat. Hal ini dipicu akibat adanya laporan penonaktifan kepesertaan dalam jumlah besar.
Pada awal Februari 2026, dilaporkan sekitar 7,3 juta hingga 11 juta peserta PBI BPJS Kesehatan dinonaktifkan. Tentu ini memicu kekhawatiran publik bahwa "jangan-jangan" anggaran kesehatan dialihkan untuk membiayai program MBG yang anggarannya diproyeksikan mencapai Rp171 triliun hingga Rp335 triliun.
Menanggapi isu tersebut pemerintah mengklarifikasi melalui Kementerian Sosial yang menyatakan bahwa penonaktifan ini merupakan bagian dari pemutakhiran data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran, bukan karena anggarannya "dirampas" oleh program MBG.
Menteri Sosial juga menegaskan bahwa rumah sakit dilarang menolak pasien yang status PBI-nya sedang dalam proses verifikasi.
Posisi MBG dalam APBN memang masuk dalam pos belanja 2025 dan 2026 hal ini sempat memicu kritik bahwa program ini diposisikan sebagai "prioritas utama" sementara program kesehatan dasar lainnya menjadi "prioritas pendukung".
Akhirnya kami berharap, pemerintah jangan sampai salah mengambil langkah karena tidak ada yang lebih berharga daripada " NYAWA MANUSIA"!!!!
Penulis:
Ust Sunarto
Koordinator Forum Aktivis Islam

0 Komentar