![]() |
| Foto: Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara (KMHN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Marunda, Cilincing. (Ist) |
Nuansametro.com - Jakarta Utara | Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara (KMHN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Marunda, Cilincing, Rabu (11/2/2026). Mereka mendesak agar Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Marunda, Setiaji Tenggamus, diperiksa dan dicopot dari jabatannya atas dugaan berbagai pelanggaran serius.
Dalam orasinya, Koordinator KMHN, Gokma Purba, menegaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dinilai mencoreng marwah institusi Bea dan Cukai.
“Kami tegas mendesak agar Setiaji Tenggamus diperiksa dan dicopot atas dugaan pelanggaran HAM, dugaan gratifikasi, serta pungutan denda non-prosedural. Jika dibiarkan, ini akan merusak kredibilitas institusi dan merugikan masyarakat,” ujar Gokma di lokasi aksi.
KMHN juga menuding adanya praktik penahanan ilegal dan penyanderaan warga yang diduga terjadi di lingkungan Bea Cukai Marunda. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang bertentangan dengan prinsip hukum dan hak asasi manusia.
Selain mendesak pencopotan Kepala Bea Cukai Marunda, massa juga meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memerintahkan inspektorat melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Sebagai institusi negara yang dibiayai pajak rakyat, Bea Cukai harus transparan. Jika bungkam, itu sama saja mengamini dugaan pelanggaran,” tegas orator KMHN dalam aksinya.
Tak hanya itu, KMHN turut mendesak pencopotan Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Mereka menilai pimpinan tertinggi di institusi tersebut gagal menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan sehingga dugaan pelanggaran bisa terjadi tanpa penindakan tegas.
Dalam tuntutannya, KMHN juga meminta Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini sebagai bagian dari komitmen pemberantasan korupsi dan praktik yang mereka sebut sebagai “serakahnomics”.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif. Di akhir aksi, massa menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai Marunda maupun Kementerian Keuangan terkait tudingan yang disampaikan KMHN.
• irf

0 Komentar