Headline News

Dikritik Soal Kinerja, Tim Hukum Jabar Istimewa, Ujang Suhana : "Kritik Adalah Vitamin Bukan Serangan"

 

Foto : Ujang Suhana SH 

Nuansametro.com - Bandung | Ujang Suhana, SH dari TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA menegaskan bahwa kritik, saran, dan masukan dari masyarakat merupakan energi positif yang memperkuat komitmen tim dalam memberikan pelayanan hukum terbaik bagi warga Jawa Barat. Bagi mereka, kritik bukan serangan, melainkan “vitamin” dan bahan bakar untuk terus berbenah.

TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA yang bekerja di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, sahabat, relawan, serta para pendukung Gubernur Jawa Barat baik di dalam maupun luar negeri yang terus memberikan perhatian dan pengawasan terhadap kinerja tim.

“Kami bangga dan berterima kasih atas setiap kritik, saran, dan pendapat. Itu adalah bentuk cinta dan kepedulian terhadap kinerja kami,” ujar Ujang Suhana dalam keterangannya.

Profesional, Terbuka, dan Berdasarkan Hukum

Sebagai tim yang bergerak di bidang advokasi dan pendampingan hukum, TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA menegaskan bahwa seluruh langkah kerja dilakukan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Dalam menangani setiap pengaduan masyarakat, tim tidak bekerja secara serampangan, melainkan melalui proses analisa hukum yang matang.

Terkait anggapan lambatnya penanganan beberapa kasus, tim menjelaskan bahwa setiap perkara membutuhkan kajian komprehensif. Tidak semua masalah dapat diselesaikan secara instan. Ada tahapan, koordinasi lintas instansi, serta pertimbangan hukum yang harus dilalui demi menjamin keadilan dan kepastian hukum.

“Kami bekerja dengan kapasitas dan analisa hukum yang memerlukan waktu. Tujuannya agar setiap kasus ditangani secara benar, adil, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tegasnya.

Mengedepankan Non-Litigasi dan Restorative Justice

Dalam praktiknya, TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA mengutamakan penyelesaian secara non-litigasi apabila memungkinkan. Pendekatan kekeluargaan, tabayun, mediasi, hingga restorative justice menjadi prioritas sebelum menempuh jalur pidana atau perdata yang lebih panjang dan kompleks.

Pendekatan ini dinilai lebih humanis dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa Barat. Namun demikian, untuk perkara yang memang harus diproses secara hukum formal, tim memastikan akan menindaklanjutinya secara profesional dan berintegritas.

Analisa Kemanusiaan: Hukum dengan Hati

Selain analisa hukum, tim juga mengedepankan analisa kemanusiaan dalam setiap penanganan perkara. Prinsip mendengarkan dengan empati, memahami akar masalah, mencari solusi bersama, serta menghindari konfrontasi menjadi bagian penting dari metode kerja mereka.

Delapan langkah pendekatan humanis mulai dari mendengarkan secara sabar, mengidentifikasi akar masalah, hingga mengedepankan rekonsiliasi menjadi fondasi penyelesaian konflik yang berkeadilan dan bermartabat.

“Kami ingin membantu menyelesaikan persoalan masyarakat dengan adil dan manusiawi. Kunci kami adalah rasa dan cinta dalam hati,” ungkap Ujang.

Komitmen Perbaikan dan Permohonan Maaf

TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam praktiknya masih terdapat kekurangan, termasuk dalam pemberian advice atau nasihat hukum yang belum memuaskan sebagian pihak.

Ke depan, tim berkomitmen meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan kualitas komunikasi kepada masyarakat. Kritik yang datang even yang terasa pedas akan dijadikan cermin untuk memperbaiki diri.

“Kritik adalah sahabat kami. Dengan perhatian dan pengawasan masyarakat, kami yakin dapat bekerja lebih baik, lebih profesional, serta tetap berlandaskan hukum dan rasa cinta kepada masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, TIM HUKUM JABAR ISTIMEWA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun pelayanan hukum yang responsif, berintegritas, dan berpihak pada keadilan.


• np 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro