![]() |
| Foto : Forum internasional Peace to Prosperity dan pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di United States Institute of Peace. (Ist) |
Nuansametro.com - Washington, D.C. | Indonesia kembali menunjukkan posisi strategisnya di panggung global. Dalam forum internasional Peace to Prosperity dan pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di United States Institute of Peace, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampil lugas menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia di tengah pusaran konflik global.
Forum tersebut mempertemukan para pemimpin negara dan tokoh internasional untuk membahas stabilisasi kawasan konflik, khususnya Jalur Gaza, serta merumuskan langkah konkret menuju rekonstruksi dan perdamaian berkelanjutan.
Diplomasi Tegas di Tengah Dinamika Global
Sorotan utama tertuju pada pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Jabat tangan hangat di depan kamera menjadi simbol hubungan diplomatik yang terbuka, namun diskusi tertutup keduanya berlangsung serius dan sarat substansi.
Trump menekankan pentingnya kolaborasi global demi memastikan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat di Gaza dan Timur Tengah.
Ia menyebut pembentukan Board of Peace sebagai langkah strategis karena melibatkan para pemimpin dunia dengan komitmen kuat terhadap perdamaian.
Sementara itu, Prabowo menegaskan sikap konsisten Indonesia: mendukung kemerdekaan Palestina, menjunjung hukum internasional, serta mendorong penyelesaian damai melalui visi Solusi Dua Negara.
Sikap tersebut merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif—prinsip yang telah menjadi fondasi diplomasi Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Di tengah perbedaan perspektif yang mungkin muncul, Indonesia tetap berdiri pada garisnya: mendukung perdamaian tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan dan keadilan.
Board of Peace dan Rekonstruksi Gaza
Inaugural Meeting Board of Peace menjadi momentum peluncuran mekanisme kolaborasi internasional untuk mendukung stabilisasi dan pemulihan pascakonflik, terutama di Gaza.
Forum ini bertujuan mengonsolidasikan dukungan finansial dan operasional negara-negara anggota untuk membangun kembali infrastruktur sipil, institusi publik, serta sistem layanan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Trump sebagai kerangka kerja menuju stabilisasi kawasan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan keberhasilannya. Kami memahami akan ada banyak hambatan dan berbagai kesulitan, namun kami tetap optimistis,” ujar Prabowo.
Indonesia menekankan bahwa rekonstruksi tidak hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga pemulihan martabat dan hak-hak rakyat Palestina.
Indonesia Berdiri Sejajar
Kehadiran Indonesia dalam forum ini bukan sekadar simbolis. Sebagai negara dengan populasi besar, ekonomi yang terus bertumbuh, dan posisi strategis di Asia Tenggara, Indonesia memiliki bobot diplomatik yang semakin diperhitungkan.
Pengamat komunikasi politik menilai bahasa tubuh dan gestur kedua pemimpin mencerminkan karakter masing-masing: Trump dengan gaya langsung dan dominan, Prabowo dengan sikap tenang dan terukur. Perbedaan pandangan yang muncul dinilai sebagai dinamika wajar dalam diplomasi antarnegara.
Pesan yang tersirat jelas: Indonesia tidak datang untuk mengikuti arus kekuatan besar, melainkan untuk menyuarakan posisi yang adil dan berimbang. Diplomasi bukan tentang menyamakan semua pandangan, tetapi tentang mempertahankan prinsip tanpa merusak hubungan bilateral.
Melalui forum global ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai negara yang konsisten memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kedaulatan di tengah dunia yang semakin kompleks dan terpolarisasi.
• Jay

0 Komentar