![]() |
| Foto : Pipik Taupik Ismail, menggelar reses konvensional di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Selasa (24/2/2026). |
Nuansametro.com - Karawang | Dalam rangka Kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025–2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan X, Pipik Taupik Ismail, menggelar reses konvensional di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat sinergi antara legislatif dengan pemerintah daerah, khususnya dalam sektor pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan NK., MM, menegaskan komitmennya mendukung masyarakat kurang mampu agar bisa mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
“Kami ingin membantu masyarakat Karawang yang tidak mampu agar bisa mendapatkan biaya kuliah gratis sampai lulus. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan ini disambut positif oleh Pipik Taupik Ismail. Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa aspirasi terkait pendidikan gratis akan menjadi perhatian serius dan diperjuangkan di tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya penguatan program beasiswa serta kolaborasi lintas sektor agar bantuan pendidikan tepat sasaran.
“Pendidikan yang merata dan berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan sumber daya manusia di Karawang dan Purwakarta. Program bantuan pendidikan harus menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” kata Pipik.
Reses ini menegaskan komitmen DPRD Jawa Barat dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang diharapkan mampu mewujudkan pendidikan tinggi yang terjangkau bahkan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Kalau mau, saya bisa buat versi lebih “media online”, dengan judul click-worthy dan gaya bahasa yang lebih tajam agar menarik perhatian pembaca di portal berita.
Apakah mau saya buatkan versi itu juga?

0 Komentar