![]() |
| Foto : Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. ( Dok: FB) |
Nuansametro.com - Bandung | Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan di penghujung tahun 2025. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sepanjang Desember 2025 jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung mencapai lebih dari 1.070.131 orang. Angka ini jauh melampaui rata-rata kunjungan bulanan sepanjang Januari hingga November 2025 yang berada di kisaran 700 ribu wisatawan per bulan.
“Sekitar 530 ribu wisatawan datang menggunakan kereta api, baik kereta jarak jauh maupun Kereta Cepat Whoosh. Sementara sisanya, sekitar 45 persen, menggunakan kendaraan pribadi dan bus rombongan. Ini menunjukkan bahwa akses transportasi publik kini menjadi pilihan utama wisatawan,” ujar Farhan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan tersebut tidak terlepas dari strategi Pemerintah Kota Bandung yang sejak awal masa kepemimpinannya menempatkan sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
“Setelah pelantikan, kami fokus pada pengendalian inflasi selama Ramadan hingga Idulfitri. Mulai 5 April 2025, kami mulai menggenjot sektor ekonomi, khususnya pariwisata,” jelasnya.
Farhan menegaskan bahwa pariwisata merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Karena itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian besar pada pengembangan subsektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Event, dan Exhibition).
Dampak dari kebijakan tersebut terlihat jelas pada capaian PAD Kota Bandung sepanjang 2025 yang tercatat hampir mencapai Rp3,95 triliun. Angka ini meningkat tajam dibandingkan realisasi PAD tahun sebelumnya yang masih berada di bawah Rp3 triliun. Salah satu pendorong utama peningkatan PAD tersebut berasal dari pajak sektor pariwisata yang naik lebih dari 30 persen.
Meski demikian, Farhan mengakui capaian tersebut belum maksimal. Ia menyebut potensi PAD Kota Bandung sejatinya bisa mencapai Rp6 triliun.
“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada intensifikasi pajak, tetapi juga pada peningkatan potensi ekonomi dan kualitas layanan. Target kami ke depan bukan sekadar mengejar angka,” katanya.
Untuk tahun 2026, Pemkot Bandung menargetkan PAD sebesar Rp3,6 triliun, dengan target jangka panjang atau ultimate goal pada akhir 2029 berada di kisaran Rp5 hingga Rp6 triliun.
“Dengan penguatan sektor pariwisata dan peningkatan kualitas pelayanan, kami optimistis target tersebut dapat tercapai,” pungkas Farhan.
• NP

0 Komentar