![]() |
| Foto : Kanit Intel Polsek Cikampek, Ipda Rudi Deniar Rahman, SH |
Nuansametro.com - Karawang | Menanggapi pernyataannya terkait balap liar dan isu pengamanan sebanyak 30 unit kendaraan roda dua, Kanit Intel Polsek Cikampek, Ipda Rudi Deniar Rahman, SH, menyampaikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (21/1/2026).
Klarifikasi ini muncul setelah pernyataan tersebut mencuat dalam acara Serah Terima Jabatan Camat Tirtamulya.
Ipda Rudi menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan saat itu bukan pengamanan kendaraan, melainkan upaya pembubaran balap liar yang kerap terjadi di wilayah Desa Tirtasari. Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan bersama aparatur desa.
“Waktu itu bukan pengamanan, tapi pembubaran balap liar. Kepala desanya lurah Kinoy. Karena sering ada balapan di daerah Tirtasari, lalu dilakukan patroli setelah ada laporan balap liar,” ujarnya.
Terkait isu 30 unit sepeda motor yang disebut diamankan, Ipda Rudi membantah keras. Menurutnya, tidak ada kendaraan yang diamankan oleh pihak kepolisian.
“Itu dibubarkan, bukan diamankan, dan disaksikan kepala desa. Karena itu titik kumpul balapan liar, dikhawatirkan terjadi tawuran. Kita hanya melakukan upaya kepolisian. Kalau diamankan, pasti jumlahnya banyak sekali, bisa dicek sendiri di Polsek,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kehadirannya di lokasi dilakukan bersama rombongan kepala desa dan hansip yang tengah melaksanakan ronda malam. Langkah cepat diambil setelah adanya informasi warga terkait dugaan kepemilikan senjata tajam oleh sekelompok orang.
“Pas masyarakat menghubungi, ada informasi membawa sajam. Jadi sebagai antisipasi, kita langsung ke lokasi untuk membubarkan,” tambahnya.
Namun pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Kepala Desa Tirtasari, Nano Karno, yang akrab disapa Kinoy. Ia menegaskan tidak pernah ikut serta dalam kegiatan penggerebekan atau pembubaran balap liar yang dimaksud.
![]() |
| Foto : Kepala Desa Tirtasari, Nano Karno |
“Mungkin salah sangka dikira kepala desa. Padahal saya tidak ikut penggerebekan itu,” ujarnya saat ditemui usai rapat koordinasi dengan Camat Tirtamulya.
Kinoy memastikan dirinya tidak terlibat dalam kegiatan tersebut, meskipun ia mengakui adanya koordinasi rutin antara pemerintah desa dan Polsek melalui Kasi Trantib.
“Kalau kita kontrol biasanya jam dua malam sampai jam empat subuh. Tapi untuk kegiatan itu, saya tidak ikut,” pungkasnya.
Perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dan kepala desa ini menimbulkan pertanyaan terkait siapa saja yang sebenarnya terlibat dalam kegiatan pembubaran balap liar tersebut, serta apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Polsek Cikampek untuk meluruskan perbedaan pernyataan tersebut.
• Bodong


0 Komentar