![]() |
| Foto : Kunjungan PC IMM Karawang ke kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karawang, Senin (27/1). |
Nuansametro.com - Karawang | Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Karawang menggebrak ruang politik lokal. Bukan dengan lobi anggaran atau transaksi kepentingan, melainkan dengan senjata intelektual: Naskah Akademik Strategis berbasis riset lapangan.
Langkah itu ditandai dengan kunjungan PC IMM Karawang ke kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karawang, Selasa (27/1). Kunjungan tersebut menjadi awal dari apa yang mereka sebut sebagai “Safari Politik Gagasan”, sebuah manuver strategis untuk menantang partai-partai politik agar berpihak pada solusi ilmiah atas problem pembangunan Karawang.
Dalam pertemuan tersebut, IMM memaparkan Empat Pilar Intervensi Strategis untuk menjawab ironi Karawang sebagai kota industri dengan angka pengangguran yang masih tinggi. Empat pilar itu meliputi:
Kemitraan Riset Kebijakan (Evidence-Based Advocacy)
Pemberdayaan Desa Tertinggal (Rural Engineering)
Dakwah Kaum Muda
Kemandirian Ekonomi UMKM Mahasiswa
Politik Gagasan, Bukan Transaksi
Ketua Umum PC IMM Karawang, Dino Robika Patardo, menegaskan bahwa kehadiran IMM bukan untuk meminta fasilitas atau bantuan dana. IMM, kata dia, justru datang membawa kritik berbasis data dan tawaran solusi konkret.
“Kami tidak membawa proposal dana, kami membawa proposal gagasan. Fungsi pengawasan legislatif di Karawang lemah karena miskin data pembanding. IMM siap menjadi mitra kritis berbasis riset agar kebijakan pemerintah daerah tidak berjalan tanpa koreksi ilmiah,” tegas Dino.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti pada aksi simbolik. IMM ingin mendorong transformasi gerakan mahasiswa dari sekadar tekanan jalanan menjadi aktor intelektual yang mampu memengaruhi kebijakan publik secara langsung.
Tidak Eksklusif ke PKS
Menariknya, IMM menegaskan bahwa naskah akademik tersebut tidak eksklusif untuk PKS. Pertemuan dengan PKS hanyalah pintu pembuka dari rangkaian panjang dialog ideologis dengan seluruh partai politik di Karawang.
“Napas perjuangan IMM panjang. Kami akan membawa dokumen ini ke partai-partai lain. Ini cara kami menjaga independensi sekaligus memperluas spektrum perjuangan,” ujar Dino.
Ia bahkan menyebut langkah ini sebagai uji nyali intelektual partai politik.
“Kami ingin menguji, partai mana yang berani berkomitmen pada rekomendasi riset mahasiswa. Hari ini PKS, besok partai lain. Kami tidak ingin gagasan ini mati hanya karena sekat warna bendera,” tambahnya.
Respons PKS
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua DPD PKS Karawang, Adin Jaelani Sopian, S.E., M.E, menyampaikan apresiasi atas pendekatan intelektual yang ditawarkan IMM. PKS, kata dia, terbuka untuk menyinergikan gagasan IMM dengan kerja-kerja legislatif.
“PKS menyambut baik inisiatif IMM. Beberapa gagasan, khususnya terkait pembinaan pemuda dan pemberdayaan desa, akan kami kaji untuk disinergikan dalam alokasi aspirasi legislatif (Pokir),” ujarnya.
Arah Baru Gerakan Mahasiswa
Melalui langkah ini, IMM Karawang berharap dapat membuka babak baru gerakan mahasiswa di daerah: gerakan intelektual-organik yang tidak hanya lantang mengkritik, tetapi juga mampu menyodorkan peta jalan kebijakan berbasis riset.
Jika konsisten dijalankan, Safari Politik Gagasan IMM berpotensi menjadi preseden baru relasi mahasiswa dan politik lokal — bukan relasi transaksional, melainkan relasi adu gagasan untuk kepentingan rakyat.
• Irfan Sahab

0 Komentar