![]() |
| Foto : Unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karawang saat meninjau lokasi banjir di desa Sukamakmur Telukjambe Timur. |
Nuansametro.com - Karawang | Pimpinan DPRD Kabupaten Karawang menegaskan komitmen serius untuk mengakhiri persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur.
DPRD menilai penanganan banjir harus dilakukan secara ekstrem, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat setiap kali bencana datang.
Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, turun langsung ke lokasi banjir bersama tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H. Oma Miharja Rizki, Dian Fahrud Jaman, dan H. Tatang Taufik.
Turut mendampingi, anggota DPRD Karawang H. Erik Heryawan Kusumah yang juga menjabat sebagai penasihat Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, bersama tim Rescue Karang Taruna.
Rombongan meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Dusun Sumedangan dan Dusun Tegal Luhur. Bekas genangan air yang sebelumnya mencapai setinggi dada orang dewasa masih terlihat jelas di sejumlah titik.
Sedikitnya 100 kepala keluarga terdampak dalam banjir yang nyaris terjadi setiap tahun.
Secara geografis, Desa Sukamakmur berada di kawasan cekungan yang lebih rendah dibanding wilayah sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan air hujan mudah menggenang dan sulit surut, diperparah oleh sistem drainase serta aliran sungai yang dinilai belum optimal.
“Kehadiran kami ke sini bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi membawa pesan tegas bahwa penanganan banjir harus naik kelas. Tidak cukup dengan respons darurat, harus ada solusi permanen,” tegas H. Endang Sodikin saat berada di lokasi.
DPRD Karawang juga menyoroti dampak lanjutan pasca-banjir yang kerap luput dari perhatian. Proses pemulihan yang bisa memakan waktu hingga satu bulan membuat aktivitas dan perekonomian warga lumpuh.
Kerusakan rumah, perabotan, hingga lahan yang belum bisa dimanfaatkan kembali menjadi beban berat bagi masyarakat.
“Masalahnya bukan hanya bagaimana air cepat surut, tetapi bagaimana warga bisa bangkit setelah banjir. Rumah, halaman, dan perabot yang rusak harus mendapat perhatian. Di sinilah negara hadir melalui pemerintah daerah,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Karawang memastikan akan mengawal kebijakan anggaran agar normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Dengan langkah konkret dan pengawasan berkelanjutan, DPRD Karawang berharap persoalan banjir di Desa Sukamakmur tidak lagi menjadi siklus tahunan yang terus merugikan masyarakat.
• irf

0 Komentar