![]() |
| Foto : Ketua RT 003/02 Suhadi |
Nuansametro.com - Karawang | Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Karawang selama beberapa hari terakhir kembali memicu bencana banjir. Kali ini, banjir merendam permukiman warga di Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, tepatnya di Perumahan Raka Residence dan Sofi, pada Jumat (23/1/2026).
Kepala Desa Sukasari, Aan Daroji, mengungkapkan sedikitnya 170 kepala keluarga (KK) atau sekitar 470 jiwa terdampak akibat luapan air tersebut.
Dari jumlah itu, 10 KK terpaksa dievakuasi ke Kantor Desa Sukasari karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati sementara.
“Air meluap akibat curah hujan tinggi yang terjadi dua hari lalu. Debit air meningkat drastis dan Kali Alam tidak mampu menampungnya,” ujar Aan.
Menurutnya, banjir ini bukan semata faktor alam, melainkan juga akibat tidak adanya normalisasi Kali Alam selama lebih dari lima tahun terakhir.
Kondisi sungai yang semakin dangkal dan menyempit dinilai menjadi penyebab utama air meluap ke permukiman warga.
Aan pun secara tegas mendesak Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh melalui dinas PUPR untuk segera turun tangan.
“Sudah lima tahun tidak ada normalisasi. Saya mohon segera dilakukan pengerukan, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau dibiarkan, kejadian seperti ini akan terus terulang,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan, Pemerintah Desa Sukasari di bawah kepemimpinan Aan Daroji tetap berupaya memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak, meski bersifat seadanya.
Langkah ini disebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah desa terhadap masyarakat.
Sementara itu, Ketua RT 006/002, Suhadi, menyebutkan bahwa di wilayahnya saja terdapat 70 KK dengan total 325 jiwa yang terdampak banjir. Mereka terdiri dari anak-anak, lansia, hingga orang tua.
“Sebanyak 10 KK sudah dievakuasi ke kantor desa. Saat ini saya masih melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” katanya.
Suhadi menjelaskan, ketinggian air masih fluktuatif dan sempat mencapai sekitar 50 sentimeter, tergantung kondisi cuaca. Warga pun diliputi kekhawatiran apabila hujan kembali turun dan debit air kembali meningkat.
Selain merendam rumah, banjir juga berdampak pada kendaraan warga. Sebanyak 65 sepeda motor dan 6 mobil terpaksa diparkir di lokasi darurat, tepatnya di area jembatan yang dianggap lebih aman, dengan pengawasan petugas Linmas setempat.
Pemerintah desa juga telah menyalurkan bantuan berupa mi instan kepada warga terdampak. Namun Suhadi menegaskan, bantuan darurat saja tidak cukup jika akar persoalan tidak segera ditangani.
“Kami mengimbau seluruh warga tetap waspada karena cuaca masih tidak menentu. Tapi yang lebih penting, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret agar banjir ini tidak terus menjadi langganan,” pungkasnya.
• Bodong


0 Komentar