Headline News

Warga Pertanyakan Dana Desa Dan Ambulan, Ketua LPM Tak Kunjung Muncul Berujung Penyegelan Kantor Desa!

Foto : Kantor Desa Cilewo disegel Warganya.

Nuansametro.com - Karawang | Puluhan warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, kembali mendatangi Kantor Desa Cilewo, Kamis (25/12/2025). Kedatangan mereka untuk kesekian kalinya itu masih dengan agenda yang sama, yakni mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa yang diperuntukkan bagi pembelian mobil ambulans desa, serta menuntut kehadiran D. Sutejo selaku Ketua LPM Desa Cilewo.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, jumlah warga yang datang kali ini lebih banyak dibandingkan aksi sebelumnya. Kekecewaan warga semakin memuncak karena tuntutan utama mereka tetap tidak dipenuhi.

“Iya, sekarang mah lebih banyak. Tuntutannya tetap sama, mau ketemu Pak Sutejo,” ujarnya di lokasi.

Aksi warga tersebut turut disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tingkat Kecamatan Telagasari, mulai dari Camat Telagasari Komarudin, Kapolsek, hingga Danramil. Dari tingkat kabupaten, hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Drs. Muhammad Syaefullah, MM.

Namun, seperti kejadian-kejadian sebelumnya, D. Sutejo kembali tidak tampak hadir di kantor desa. Ketidakhadiran Ketua LPM itu justru memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang semakin meluas. 

Warga pun mendesak Kepala DPMD Kabupaten Karawang agar segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan yang dinilai sudah berlarut-larut.

Situasi semakin memanas ketika Kepala Desa Cilewo, Wulandani, mengungkapkan pengakuan mengejutkan di hadapan warga dan pejabat yang hadir. 

Ia mengaku selama menjabat sebagai kepala desa, dirinya merasa hanya dijadikan “boneka” oleh Ketua LPM Desa Cilewo.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung di hadapan Kepala DPMD Kabupaten Karawang yang didampingi Camat Telagasari. 

Pernyataan itu sontak memicu kemarahan warga yang menilai ada persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan desa.

Ironisnya, di tengah polemik dan ketidakjelasan tersebut, sebuah mobil ambulans justru terlihat terparkir di halaman Kantor Desa Cilewo. 

Kendaraan berpelat merah nomor T 1632 XY itu diduga kuat merupakan mobil ambulans yang selama ini dipertanyakan warga. 

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pihak yang membawa mobil tersebut ke halaman kantor desa dan sejak kapan kendaraan itu berada di lokasi.

Sejumlah sumber di lapangan juga menyebutkan bahwa Kantor Desa Cilewo untuk sementara waktu “disegel”. Akibatnya, seluruh pelayanan publik dialihkan ke Kantor Kecamatan Telagasari guna menghindari konflik lanjutan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Warga mendesak aparat berwenang, khususnya DPMD Kabupaten Karawang, untuk segera melakukan audit dan langkah tegas agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa tidak semakin runtuh.


• Irfan 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro