Nuansametro.com - Karawang | Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Hj. Wardatul Asriah, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Serba Guna RW 09, Desa Kondang Jaya, Kabupaten Karawang, pada Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari Kepala Desa Kondang Jaya, Ketua RW 09, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu kader Posyandu.
Dalam sambutannya, politisi yang akrab disapa Bunda Wardah menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar bukan hanya karena jumlah penduduk dan luas wilayahnya, melainkan karena kekayaan keberagaman yang dimiliki.
Menurutnya, perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial merupakan anugerah sekaligus kekuatan yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Kita hidup berdampingan dalam perbedaan, dan perbedaan itu bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama,” ujar Bunda Wardah.
Ia menambahkan, keberagaman hanya akan menjadi kekuatan apabila disikapi dengan sikap saling menghormati, memahami, dan menjaga satu sama lain.
Tanpa sikap tersebut, perbedaan justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, konflik, bahkan perpecahan.
Lebih lanjut, Bunda Wardah menekankan bahwa persatuan bangsa tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk hidup bersama dalam keberagaman. Hal inilah yang menjadi makna sejati dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila, menurutnya, mengajarkan nilai ketuhanan yang berkeadaban, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia yang menempatkan persaudaraan kebangsaan di atas segala perbedaan.
“Nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus tercermin dalam tutur kata, tindakan, dan cara kita bermasyarakat,” pesan Bunda Wardah kepada para peserta.
Di tengah tantangan zaman, derasnya arus informasi, serta maraknya provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa, ia menilai sikap toleran dan saling menghormati menjadi semakin penting.
Persatuan bangsa harus terus dirawat, dijaga, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menuju Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Menutup kegiatan sosialisasi, Bunda Wardah mengajak seluruh peserta untuk memandang perbedaan sebagai sarana untuk saling belajar, saling menguatkan, dan saling melengkapi.
Dengan persatuan yang kokoh, keutuhan NKRI dapat terjaga dan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dapat terwujud.
• NP

0 Komentar