![]() |
| Foto : Organisasi Ojek Online Indonesia (O²) wilayah Jabodetabek mengikuti program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok, Selasa (23/12/2025). (Ist) |
Nuansametro.com - Depok | Sekitar 200 pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Organisasi Ojek Online Indonesia (O²) wilayah Jabodetabek mengikuti program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pengemudi ojol, khususnya terhadap risiko kecelakaan kerja yang kerap terjadi di jalan raya.
Ketua Umum Organisasi O², Cecep Saripudin, menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi pengemudi ojol yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi.
“Pengemudi ojol setiap hari bekerja di jalan dengan risiko yang tidak kecil. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki perlindungan apabila mengalami kecelakaan saat bekerja,” ujar Cecep di sela kegiatan.
Cecep menambahkan, Organisasi O² menargetkan sebanyak 10 ribu pengemudi ojol dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Target tersebut akan dikejar melalui kegiatan sosialisasi dan pendaftaran yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cikarang, Muhyiddin DJ, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Organisasi O² merupakan upaya strategis untuk memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol.
“BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian dengan iuran terjangkau, yakni Rp16.800 per bulan,” jelasnya.
Ke depan, program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol ini direncanakan akan terus disosialisasikan ke berbagai daerah di Jabodetabek, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman para pekerja transportasi daring.
• Red

0 Komentar