![]() |
| Foto : Unjuk Rasa puluhan mahasiswa di depan kantor Kejaksaan Negeri kabupaten Karawang. |
Nuansametro.com - Karawang | Di bawah terik matahari Senin siang, suara langkah kaki puluhan mahasiswa menggema di halaman Kejaksaan Negeri Karawang. Mereka datang bukan sekadar membawa spanduk, tapi juga tekad membara untuk menegakkan keadilan, Senin (8/12).
Koordinator aksi, Kelvin, berdiri di tengah kerumunan, wajahnya serius, suara lantang menembus riuh sorak mahasiswa.
“Kami dari aliansi, banyak kampus yang ikut, termasuk unsur pemuda yang bukan mahasiswa. Hari ini kami hadir karena kami sayang kepada Kejaksaan Negeri Karawang,” tegasnya, seolah menantang setiap mata yang memandang.
Di tangan mereka tergenggam lima tuntutan publik, sementara di balik layar, tersembunyi dokumen 36 halaman yang memuat kajian mendalam soal dugaan korupsi yang belum tersentuh hukum.
Dokumen itu telah diserahkan langsung kepada Kajari Karawang, sebagai bukti nyata bahwa generasi muda tak lagi diam.
“Kami belum melihat keseriusan dalam penindakan korupsi. Tema kami jelas: tindak korupsi tanpa kompromi. Kami sayang Kajari, tapi kami ingin hukum ditegakkan setegak-tegaknya,” lanjut Kelvin, disambut sorak mahasiswa yang menggetarkan udara sore itu.
Selama beberapa jam, suasana di kejaksaan dipenuhi ketegangan. Kamera media merekam setiap wajah, setiap spanduk, setiap seruan yang menggema.
Di tengah kedamaian yang semu, ada pesan yang kuat: Karawang tidak akan diam. Generasi muda menuntut transparansi, menuntut keberanian, dan menuntut keadilan.
Saat massa membubarkan diri, gedung Kejaksaan tetap berdiri tegak, namun kini dihadapannya tersimpan pesan yang tak bisa diabaikan.
Puluhan mahasiswa itu pergi, meninggalkan gema suara yang akan terus bergema: hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.
• Irfan


0 Komentar