![]() |
| Foto : Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, H. Elyasa Budianto, SH., MH |
Nuansametro.com - Karawang | Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, H. Elyasa Budianto, SH., MH., melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan salah satu tim pengacara Jabar Istimewa, Ujang Suhana, yang menilai proyek normalisasi di wilayah tersebut sudah tepat dan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah banjir tahunan.
Elyasa menegaskan, sebelum memberikan pendapat, seharusnya pihak pengacara turun langsung ke lokasi dan melakukan kajian menyeluruh mengenai alur normalisasi, mulai dari titik awal hingga hilir aliran air.
Menurut Elyasa, pernyataan tanpa observasi lapangan berpotensi menyesatkan publik.
“Dimana logikanya normalisasi tersebut dapat mencegah banjir? Kami berpijak pada fakta di lapangan, khususnya di lahan milik ahli waris Data bin Adon yang hanya dilalui aliran air tersier selebar 50–60 sentimeter, yang tiba-tiba dibesarkan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Ia menambahkan, tidak ada potensi debit air besar di aliran tersebut. Justru, menurutnya, proyek normalisasi dapat menimbulkan risiko banjir lebih besar di wilayah Sumedangan, Desa Purwadana, yang merupakan titik pertemuan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet.
Siap Hadapi Pelaporan Balik
Terkait adanya wacana pelaporan balik terhadap dirinya ke Polda Jawa Barat oleh tim pengacara Jabar Istimewa atas tudingan pencemaran nama baik, Elyasa menyatakan tidak gentar.
“Sah saja kalau mau melaporkan. Saya tidak berdiri di atas hak imunitas sebagai lawyer. Saya berpegang pada Undang-Undang KPK tentang perlindungan saksi dan pelapor. Silakan laporkan, biar Polda Jawa Barat yang menilai titik persoalan sebenarnya,” tegasnya.
KAMI Tetap Konsisten Berjuang
Elyasa menegaskan bahwa KAMI akan terus memperjuangkan kebenaran terkait dugaan kejanggalan proyek normalisasi tersebut.
Ia menyebut, berbagai intimidasi maupun serangan buzzer di media sosial tidak akan menghentikan langkah pihaknya.
“KAMI tetap berpegang pada kebenaran. Apa pun halangannya, meski dibully dan dicaci maki di media sosial, kami akan tetap fight di jalur hukum agar permasalahan normalisasi ini menemukan titik terang,” tandasnya.
• Irfan Sahab

0 Komentar