![]() |
| Foto : Iwan Puting saat adu argumen dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist) |
Nuansametro.com - Karawang | Suasana memanas kembali terjadi saat proses pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalur Interchange Karawang Barat, Rabu (26/11). Selain Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) ikut mengawal langsung jalannya penertiban. Ketegangan tercipta ketika KDM terlibat adu argumen dengan seorang tokoh ormas Karawang, Iwan Pitung.
Ini menjadi kali kedua KDM bersitegang dengan warga selama proses penertiban bangli berlangsung. Sebelumnya, ia sempat beradu pendapat dengan mantan jaksa Manaf Zubaidi.
Kali ini, suasana kembali memanas setelah Iwan Pitung memprotes insiden kecelakaan seorang warga yang tersengat listrik saat ikut membongkar bangunan.
Awal Ketegangan: “Jangan ngomong atas perintah bapak”
Iwan Pitung, membawa secarik kertas yang diduga rekam medis rumah sakit, menghampiri KDM dan menyampaikan bahwa ada warga yang terluka saat membongkar bangli “atas perintah kepala desa atas arahan KDM”.
KDM tampak keberatan dengan pernyataan tersebut.
“Jangan langsung ngomong atas perintah bapak,” tegas KDM.
Namun Iwan Pitung bersikeras.
“Yang ngomong pak lurah, pak lurahnya panggil,” ujarnya sambil mendekat ke arah KDM.
Situasi sempat memanas. KDM terlihat mencoba menenangkan, namun sikap ngotot Iwan Pitung membuat suasana sulit dikendalikan.
“Jangan ngotot-ngotot sama saya,” kata KDM sembari memegang pundak Iwan.
Meski KDM mencoba meredakan emosi dengan senyuman, tensi tak langsung turun.
Suasana Makin Memanas, Satpol PP dan Sekda Turun Tangan
Adu argumen terus berlanjut hingga KDM akhirnya terpancing emosi.
“Anda siapa?” tanya KDM dengan nada tinggi.
Iwan Pitung menjawab bahwa ia hanyalah warga Karawang yang ingin membela korban.
Beberapa anggota Satpol PP dan Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatullah turun tangan memisahkan keduanya. Iwan Pitung yang tidak terima dipisahkan justru semakin tersulut emosi.
“Gak takut gua, gak tau siapa gua?” teriaknya.
KDM kemudian meminta laporan kondisi korban, dan Sekda memastikan bahwa korban sudah ditangani di rumah sakit. KDM pun langsung bergerak menuju rumah sakit untuk memastikan penanganan lebih lanjut.
Suasana Mencair di Rumah Sakit
Ketegangan yang terjadi di lokasi pembongkaran berubah 180 derajat ketika KDM dan Iwan Pitung kembali bertemu di rumah sakit. Suasana jauh lebih kondusif saat mereka melihat langsung kondisi korban.
KDM menegaskan keseriusannya membantu.
“Pak, biayanya saya yang nanggung,” kata KDM kepada keluarga korban.
Iwan Pitung pun langsung mengapresiasi itikad baik tersebut.
“Ya itu, saya terima kasih pak.”
Tak hanya menanggung biaya rumah sakit, KDM juga memberikan bantuan tambahan.
“Ini bekel 10 juta dari saya,” ujar KDM sambil menyerahkan amplop kepada keluarga korban.
Penertiban Berlanjut, Pemerintah Pastikan Keselamatan Warga
Meski sempat terjadi ketegangan, proses pembongkaran bangli tetap berjalan dengan pengawasan ketat jajaran Pemerintah Daerah dan Pemprov Jawa Barat.
KDM menegaskan bahwa penertiban dilakukan untuk kepentingan umum sekaligus memastikan keselamatan pengendara di jalur strategis tersebut.
Langkah sigap KDM dalam menangani korban diharapkan meredam gejolak dan menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat selama proses penataan berjalan.
• Irfan

0 Komentar