![]() |
| Foto : Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari, bersama Kementerian Kesehatan RI, menggelar sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri. |
Nuansametro.com - Karawang | Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari, bersama Kementerian Kesehatan RI, menggelar sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri. Kegiatan berlangsung meriah di GOR ABC Kampung Dusun Kalapa, Desa Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya, pada Kamis (27/11/2025), dengan melibatkan masyarakat, tokoh wilayah, hingga tenaga kesehatan setempat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya Yenita Malasari, Apt., M.Sc, Ketua Tim Kerja Pengembangan & Fasilitasi Hilirisasi Bahan Baku dan Sediaan Fitofarmaka Kemenkes RI; Rd. Hermalia, SF., Apt., MH dari Dinkes Provinsi Jawa Barat; serta AoC. Apt. Nia Yurniasih, M.Farm dari Dinkes Kabupaten Karawang. Hadir pula Ketua IAI Karawang, perwakilan Camat Pakisjaya, Kapolsek Pakisjaya Ipda Saefur Rohman, dan Danposramil Pakisjaya Peltu Ahmad Ibrahim.
Dorong Kemandirian Farmasi Nasional
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya memilih obat dan alat kesehatan buatan dalam negeri. Langkah ini diyakini dapat memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus menjamin kualitas serta keamanan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Drg. Putih Sari mengapresiasi antusiasme masyarakat dan menekankan bahwa penggunaan produk farmasi lokal merupakan pondasi penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk farmasi serta alat kesehatan produksi dalam negeri. Selain berkualitas, penggunaan produk lokal juga mendorong perekonomian bangsa dan memperkuat kemandirian sektor kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama DPR RI akan terus mengawal regulasi yang berpihak pada pengembangan industri farmasi nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada produk impor, terutama dalam situasi darurat kesehatan.
“Penguatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam negeri adalah langkah strategis menuju kemandirian bangsa,” tegasnya.
Putih Sari juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan sejak dini. Ia menyoroti pentingnya pola hidup sehat dan ketersediaan alat kesehatan sederhana di rumah, seperti pengukur suhu dan alat cek gula darah, untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
Kemenkes Dorong Hilirisasi Produk Dalam Negeri
Dalam kesempatan yang sama, Yenita Malasari, Apt., M.Sc dari Kementerian Kesehatan RI, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan alat kesehatan dan fitofarmaka.
“Kementerian Kesehatan terus mendorong hilirisasi bahan baku dan pengembangan fitofarmaka. Tugas kita bersama memastikan produk dalam negeri terserap optimal di fasilitas kesehatan," ungkapnya.
Komitmen Bersama Membangun Kesehatan Nasional
Sosialisasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian sektor kesehatan. Dengan meningkatnya penggunaan produk farmasi buatan Indonesia, harapannya kualitas layanan kesehatan semakin baik dan industri dalam negeri semakin berdaya.
• Irf

0 Komentar