Headline News

Danton Laporkan H. Tatang Taufik Ke Badan Kehormatan, DPRD Karawang Diuji Menegakkan Etika Wakil Rakyat

Foto : Cahria alias Danton 


Nuansametro.com - Karawang | Sekretariat DPRD Kabupaten Karawang menerima laporan resmi dari dua warga Karawang terkait dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh anggota DPRD Karawang, H. Tatang Taufik, pada Jumat (31/10) lalu. Laporan ini muncul setelah video adu argumen Tatang dengan warga di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, viral di media sosial dan menuai sorotan publik.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut, Tatang tampak berdebat dengan seorang warga yang menegurnya karena diduga memarkir mobil di tengah jalan hingga menghambat arus lalu lintas. 

Kejadian itu sontak menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.

Salah satu pelapor, Cahria yang biasa disapa Danton, membenarkan bahwa dirinya bersama rekannya, U. Tatang, telah melaporkan insiden tersebut ke Ketua DPRD Kabupaten Karawang melalui Sekretariat Dewan pada Jumat (31/10).

“Benar, kami telah melaporkan peristiwa viral tersebut cekcok antara anggota DPRD H. Tatang Taufik dengan warga Desa Gintungkerta bernama Pak Joko Suwito ke Badan Kehormatan DPRD. Saat kejadian, keributan itu disaksikan langsung oleh banyak warga,” ujar Danton kepada Nuansametro.com, Selasa (4/11) sore.

Danton menilai, tindakan yang dilakukan Tatang tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat dan berpotensi mencoreng citra lembaga DPRD Karawang. 

Dalam surat resmi yang juga ditembuskan ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pihak pelapor meminta agar Badan Kehormatan (BK) DPRD segera menindaklanjuti laporan tersebut.

 “Kami menilai perlu ada penegakan etika bagi pejabat publik agar kehormatan lembaga DPRD tetap terjaga. Kami berharap Ketua DPRD Karawang segera merekomendasikan kasus ini untuk ditindaklanjuti oleh BK DPRD,” tegas Danton.

Sementara itu, H. Tatang Taufik membantah tudingan bersikap arogan. Ia mengklaim kehadirannya di lokasi bukan untuk membuat keributan, melainkan untuk memperjuangkan aspirasi warga terkait janji rekrutmen tenaga keamanan (satpam) oleh sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

 “Saya tidak berniat menutup jalan. Kehadiran saya murni untuk menagih janji perusahaan kepada warga yang hingga kini belum mendapat kejelasan,” jelas Tatang kepada awak media.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Ketua BK DPRD Karawang, Rosmilah, belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.


Menurut Danton, kasus ini menjadi ujian serius bagi DPRD Karawang untuk menjaga integritas lembaganya serta memastikan setiap anggota mematuhi kode etik dan perilaku sebagai wakil rakyat.

“Publik menunggu sikap tegas DPRD. Ini bukan hanya soal individu, tapi juga soal marwah lembaga yang harus dijaga,” pungkasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, seiring desakan agar DPRD Karawang membuktikan komitmennya dalam menegakkan etika dan disiplin bagi setiap anggotanya, tanpa pandang bulu.



• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro