![]() |
| Foto : Puluhan warga yang mendatangi kantor kecamatan Telagasari yang diterima oleh Sekretaris Camat, Asep Nurjaman. |
Nuansametro.com - Karawang | Puluhan warga Desa Telagasari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, mendatangi kantor kecamatan setempat pada Selasa (2/9) untuk menyampaikan protes keras terhadap proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang saat ini tengah dikerjakan di area lapangan depan kantor kecamatan.
Kedatangan warga tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Camat Telagasari, Asep Nurjaman. Dalam audiensi yang berlangsung hangat namun tegas itu, warga menyuarakan keberatan mereka terhadap proyek yang dinilai mengganggu fungsi utama lapangan sebagai ruang publik serbaguna.
Lima Alasan Penolakan
Andri, perwakilan warga sekaligus tokoh pemuda Telagasari, menyampaikan bahwa ada lima alasan utama yang mendasari penolakan warga terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut.
“Pertama, taman dibangun tepat di badan lapangan, bukan di pinggirnya. Kedua, tidak ada sosialisasi sebelumnya. Ketiga, pembangunan ini tidak sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat. Keempat, terjadi penyempitan lapangan sepak bola yang biasa digunakan remaja dan dewasa. Dan terakhir, lapangan ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan penting seperti upacara, sholat Ied, dan olahraga sekolah,” jelas Andri.
Ia menambahkan bahwa surat penolakan resmi juga telah dikirimkan kepada Bupati Karawang sebagai bentuk permohonan agar proyek ini ditinjau ulang.
Pihak Kecamatan Dorong DLHK Beri Penjelasan
Menanggapi protes warga, Sekretaris Camat Telagasari, Asep Nurjaman, menyatakan bahwa pihak kecamatan bukan pelaksana proyek dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang (DLHK) untuk turun langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“Yang punya kegiatan ini adalah DLHK Kabupaten Karawang. Seharusnya mereka yang menjelaskan langsung ke warga. Kami dari kecamatan hanya menjembatani,” ujar Asep.
Asep juga menjanjikan akan memfasilitasi mediasi lanjutan antara warga dan DLHK agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.
Proyek Dihentikan Sementara
Sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi, warga kemudian mendatangi lokasi proyek dan meminta langsung kepada mandor lapangan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan taman.
Permintaan ini dipenuhi, dan pekerjaan pun diberhentikan sambil menunggu hasil mediasi lebih lanjut.
Harapan Warga: Lapangan Tetap untuk Semua
Warga berharap lapangan yang selama ini menjadi pusat aktivitas sosial, keagamaan, dan olahraga masyarakat Telagasari tidak berubah fungsi secara sepihak.
“Lapangan ini jantung kegiatan masyarakat. Jangan dihilangkan demi taman yang belum tentu dimanfaatkan optimal. Kalau memang mau membangun taman, carilah lokasi yang tidak mengorbankan fasilitas umum yang sudah ada,” pungkas Andri.
• Red


0 Komentar