Foto: Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar konferensi pers pada Selasa, 9 September 2025, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Karawang. 

Niansametro.com - Karawang | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok dijadwalkan akan resmi beroperasi pada 14 September 2025, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Karawang. Kehadiran rumah sakit ini disebut sebagai "hadiah spesial" untuk warga Karawang, khususnya masyarakat di wilayah utara, yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan berkualitas.

Namun, menjelang peresmian, proses seleksi tenaga kerja RSUD Rengasdengklok sempat menjadi sorotan publik. Isu dugaan ketidakadilan dalam proses rekrutmen mencuat di tengah antusiasme masyarakat.

Untuk merespons isu tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar konferensi pers pada Selasa (9/9), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Karawang. 

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Asep Aang Rahmatullah, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karawang Dr. Endang Suryadi, Direktur RSUD Rengasdengklok Dr. Irwan Hermawan, serta Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusman Ibrahim. Puluhan jurnalis dari berbagai media turut hadir meliput.

Seleksi Ketat dan Objektif, 90 Persen Lolos Adalah Warga Karawang

Sekda Asep Aang menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur, tanpa intervensi pihak manapun. Seleksi sepenuhnya dipercayakan kepada pihak Universitas Padjadjaran guna menjaga objektivitas dan integritas.

“Dari 9.800 pelamar, hanya 371 orang yang lolos seleksi tahap awal. Artinya, hanya sekitar 3,8 persen yang memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan rumah sakit,” ujar Asep Aang.

Menambahkan pernyataan tersebut, Kusman Ibrahim mengungkap bahwa sekitar 90 persen peserta yang lolos merupakan warga Karawang, dengan lebih dari separuhnya berasal dari wilayah utara.

“Ini sesuai dengan arahan Bupati Karawang agar putra-putri daerah diberi prioritas. Kami pastikan tidak ada titipan ataupun manipulasi data,” tegas Kusman.

Rekrutmen Online, Website Ilegal Ditegaskan Bukan Milik RSUD

Proses seleksi dilakukan secara bertahap: mulai dari pemeriksaan berkas, tes komputer, psikotes, hingga wawancara. Seluruh proses berlangsung secara online, sehingga tidak ada pengumpulan berkas fisik yang bisa membuka celah praktik curang.

Terkait munculnya situs tak resmi yang mengatasnamakan RSUD Rengasdengklok, Direktur RSUD Dr. Irwan Hermawan menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab atas informasi dari situs tersebut.

Website itu bukan milik kami. Informasi resmi hanya kami umumkan melalui website Pemkab Karawang dan Unpad. Masyarakat diminta waspada terhadap situs atau oknum yang mengatasnamakan rumah sakit,” tegas Irwan.

Fasilitas Kesehatan Baru untuk Masyarakat Utara Karawang

Diresmikannya RSUD Rengasdengklok diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Karawang, khususnya di wilayah utara yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan medis memadai.

“Ini bukan hanya tentang gedung rumah sakit. Ini tentang kehadiran negara dalam memastikan warganya sehat dan terlindungi,” ujar Sekda Asep Aang.

Peresmian RSUD Rengasdengklok pada 14 September nanti diyakini menjadi momentum penting dalam pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Karawang, sekaligus sebagai komitmen Pemkab untuk membangun dari pinggiran.


• NP