![]() |
| Foto : Logo Aliansi Karawang Hilir (AKHIR). (Dok: Ist) |
“Kalau 90 Persen dari Karawang, Tunjukkan Datanya. Jangan Cuma Omongan,” – Endang Macan Kumbang
Nuansametro.com - Karawang | Proses rekrutmen tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok kembali menjadi sorotan tajam publik. Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang yang mengklaim bahwa 90 persen pelamar berasal dari warga Karawang menuai reaksi keras dari tokoh masyarakat.
Ketua Aliansi Karawang Hilir (AKHIR), Endang Macan Kumbang, menilai pernyataan tersebut tidak cukup dibuktikan hanya dengan ucapan. Ia mendesak pemerintah daerah untuk membuka data rekrutmen secara transparan dan bisa diakses publik.
“Kalau memang benar 90 persen itu orang Karawang, tampilkan tabelnya. Cantumkan nama peserta, jurusan, posisi yang dilamar, alamat, bahkan kalau perlu foto KTP. Kalau valid, masyarakat juga tidak akan ribut,” tegas Endang, Selasa (9/9/2025).
Ada yang Tak Wajar: Gugur karena Usia, Lolos Meski Minim Pengalaman
Endang juga membeberkan dugaan adanya kejanggalan dalam proses seleksi. Menurutnya, ada pelamar yang memiliki syarat lengkap dan pengalaman panjang namun tidak lolos karena alasan usia. Di sisi lain, ada yang minim pengalaman justru dinyatakan lolos.
Bahkan, ia mengungkap temuan yang lebih serius:
“Ada yang lebih parah. Saat dicek ke Universitas Karawang, ditemukan pelamar yang tidak pernah kuliah di sana. Namanya tidak tercatat. Ini mencurigakan,” ungkapnya.
Desak Pemkab Patuhi Perda 1/2011: Komposisi Tenaga Kerja Lokal Harus 60 Persen
Endang mengingatkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 mengatur dengan jelas soal komposisi tenaga kerja lokal dan luar daerah: 60:40.
Ia menekankan bahwa RSUD Rengasdengklok dibangun di wilayah utara dan hilir Karawang, sehingga rekrutmen harus berpihak pada masyarakat lokal, bukan sekadar formalitas.
“Putra-putri Karawang, terutama dari utara, harus jadi prioritas. Idealnya 50 sampai 60 persen tenaga medis dan nonmedis dari Karawang Utara,” ujarnya.
Dukungan Publik Bisa Runtuh Tanpa Transparansi
Menurut Endang, masyarakat Karawang Utara mendukung penuh percepatan operasional RSUD Rengasdengklok. Namun, ia memperingatkan bahwa kepercayaan publik bisa runtuh jika tidak ada transparansi dalam proses rekrutmen.
“Warga mendukung sepenuhnya. Tapi kalau keadilan dan transparansi diabaikan, rasa percaya akan hilang. Jangan sampai RSUD ini hanya jadi nama besar tapi tidak berpihak pada rakyat Karawang,” tutupnya.

0 Komentar