![]() |
| Foto : Ratusan butuh dari berbagai Serikat Pekerja menggelar aksi sweeping di sejumlah perusahaan. |
Nuansametro.com - Deli Serdang | Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi sweeping di sejumlah perusahaan di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (4/9/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk konsolidasi massa untuk mengikuti demonstrasi besar-besaran di Kantor Bupati dan DPRD Deli Serdang.
Para buruh yang tergabung dari berbagai elemen seperti FSBSI, FTNP, FIKEP, FSP M2i, dan KSBSI itu dipimpin oleh tokoh-tokoh buruh, di antaranya E. Limus Gea, M. Hendrik, dan Mujariono.
Dalam aksinya, massa mendatangi sejumlah perusahaan besar seperti PT Kurnia Argo Utama Sejahtera, PT Indocaffe, PT Sungai Budi Group, PT Amanda, PT Ino Alam Nusa, PT Sagami, PT Aroma Mega Sari, PT Medisafe, PT Citra Kencana, KIM Star, PT Sumber Rezeki, PT Energi Oleo, hingga PT Astra Motor.
Tujuan mereka jelas: mendesak perusahaan mengizinkan perwakilan buruh untuk ikut serta dalam aksi demo, sekaligus menyuarakan berbagai tuntutan penting.
Tuntutan Buruh
Dalam pernyataannya, para buruh menuntut:
-
Kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deli Serdang tahun 2026
-
Penerapan upah minimum sektoral di PT Aroma Mega Sari
-
Penertiban sistem outsourcing di seluruh perusahaan
-
Evaluasi terhadap pejabat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Deli Serdang
-
Penindakan terhadap perusahaan yang melanggar aturan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Setelah melakukan sweeping secara damai, massa melanjutkan aksi dengan long march menuju Lubuk Pakam, tepatnya ke Kantor Bupati Deli Serdang untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka.
Polisi Pastikan Aksi Berjalan Kondusif
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonny H. Damanik, SH, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa aksi sweeping berjalan tertib tanpa insiden kericuhan.
“Ricuh tidak ada, massa sudah bergerak ke Kantor Bupati Deli Serdang. Kami tetap melakukan pengawalan ketat agar aksi berjalan damai dan aman,” ujar AKP Jonny.
Aksi buruh ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan upah yang dianggap belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Reporter: Romson Nainggolan

0 Komentar