Headline News

Nurhayati Ali Assegaf Fokus Pada Pemberdayaan Perempuan Global, Jauhkan Diri Dari Politik Nasional

Foto : Dr. Nurhayati Ali Assegaf, Presiden Nuraa Women’s Institute yang mendorong partisipasi perempuan dalam dunia politik. (Dok. Istimewa).


Nuansametro.com - Jakarta | Setelah lebih dari satu dekade aktif di dunia politik Indonesia, Dr. Nurhayati Ali Assegaf, mantan anggota DPR RI yang pernah mendapat julukan sebagai perempuan berpengaruh ketiga di Indonesia, kini memilih untuk berfokus pada pemberdayaan perempuan di kancah internasional. 

Sebagai Presiden Nuraa Women’s Institute, Nurhayati mengungkapkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah untuk mencetak pemimpin perempuan yang dapat bersaing di tingkat global.

Dalam wawancara eksklusif dengan awak media pada Rabu (24/9), Nurhayati yang dikenal luas sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR pada periode 2009-2014, mengungkapkan bahwa ia tidak tertarik untuk kembali terjun ke politik nasional.

 "Passion saya sekarang adalah menciptakan pemimpin-pemimpin perempuan yang memiliki nilai-nilai yang saya anut melalui Nuraa Women’s Institute. Saya lebih puas berkontribusi dalam melahirkan banyak pemimpin daripada berbicara tentang diri saya sendiri," ujar Nurhayati dengan tegas.

Pentingnya Pemimpin Perempuan untuk Menyegarkan Politik Indonesia

Menurut Nurhayati, Indonesia saat ini sangat membutuhkan lebih banyak pemimpin perempuan untuk membawa kedamaian dan kesejukan dalam politik yang tengah mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

 "Perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan kodrati yang sejatinya bisa saling melengkapi, bukan untuk bersaing. Perempuan harus pintar memanfaatkan waktu dan prioritasnya, sehingga bisa menciptakan perubahan nyata," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa meski banyak perempuan yang berada di bawah, sedikit sekali yang menduduki posisi-posisi strategis. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa Nuraa Women’s Institute bekerja keras untuk memberikan pelatihan dan mentoring kepada para calon pemimpin perempuan, agar mereka dapat mencapai posisi puncak dan memberi pengaruh di kancah global.

Nuraa Women’s Institute: Menjadi Jembatan bagi Pemimpin Perempuan Dunia

Di bawah kepemimpinan Nurhayati, Nuraa Women’s Institute telah berhasil melahirkan banyak pemimpin perempuan, dengan banyak alumni yang masih terus terhubung dan mengikuti mentoring yang berkelanjutan. 

Program-program leadership yang digelar oleh institusi ini terbukti sangat diminati, meskipun ia menyayangkan bahwa untuk program berbahasa Indonesia, jumlah pesertanya tidak sebanyak program berbahasa Inggris.

 "Kami melihat minat peserta dari berbagai negara yang semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan expert dan mentor internasional yang turut bergabung di institusi ini," kata Nurhayati.

Meneladani Ibu Ani Yudhoyono: Sosok Pemimpin yang Lembut namun Tegas

Dalam wawancaranya, Nurhayati juga tak lupa memberikan apresiasi kepada Ibu Ani Yudhoyono, istri dari Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

 "Saya sangat mengagumi Ibu Ani. Beliau tetap rendah hati dan selalu terlibat langsung dalam kehidupan keluarga, mulai dari urusan rumah tangga hingga mendampingi Presiden SBY dalam menjalankan tugas kenegaraan," ungkapnya.

Nurhayati mengingat dengan penuh kekaguman bagaimana Ibu Ani selalu memberikan dukungan penuh kepada suaminya dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa pemerintahan SBY.

 "Beliau juga tidak pernah lepas dari berdoa. Dalam pandangan saya, SBY adalah sosok pemimpin yang sangat matang dalam mengambil keputusan, selalu berhitung dengan cermat dan melihat berbagai perspektif, sehingga bisa menjaga nilai-nilai penting yang harus dipertahankan," tambahnya.

Pesan untuk Perempuan yang Ingin Masuk Politik: Persiapkan Diri dengan Matang

Sebagai seorang perempuan yang telah berpengalaman dalam dunia politik, Nurhayati juga memberikan nasihat kepada perempuan yang ingin terjun ke politik. 

"Jangan terburu-buru menerima tawaran. Lihatlah platform dan rekam jejak partai politik tersebut. Sebelum melangkah, pastikan kalian sudah mempersiapkan diri dengan matang dan meningkatkan kapasitas pribadi. Itu akan menjadi bekal yang sangat berharga,” tegasnya.

Dengan semangat untuk mendorong kesetaraan gender di dunia politik dan memberikan ruang bagi perempuan untuk lebih banyak terlibat dalam pengambilan keputusan, Nurhayati Ali Assegaf kini berfokus penuh pada misinya untuk memberdayakan perempuan di seluruh dunia melalui Nuraa Women’s Institute.

Dari Dunia Politik ke Pemberdayaan Global

Meskipun ia memilih untuk mundur dari dunia politik Indonesia, Nurhayati tidak pernah kehilangan semangat untuk membuat perubahan besar. Lewat Nuraa Women’s Institute, ia bertekad untuk mencetak pemimpin perempuan yang berkelas global dan mampu memberi dampak positif dalam dunia politik, ekonomi, dan sosial. 

Nurhayati membuktikan bahwa meskipun keluar dari dunia politik, kontribusinya terhadap pemberdayaan perempuan dan pengembangan kepemimpinan tetap menjadi warisan yang luar biasa.


Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro