![]() |
| Foto : Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga. (Dok: Ist) |
Nuansametro.com – Jakarta | Di tengah meningkatnya ketegangan sosial akibat sejumlah aksi massa yang terjadi di berbagai daerah, Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia (SMSI), Dar Edi Yoga, mengajak seluruh insan pers untuk tetap mengedepankan etika jurnalistik dan menyajikan pemberitaan yang menyejukkan.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (31/8/2025), Dar Edi Yoga menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan ketenangan publik.
Ia menekankan bahwa wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan fakta, tetapi juga harus menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat.
"Pers adalah pilar demokrasi sekaligus ruang edukasi bagi publik. Di saat situasi memanas, jurnalis dituntut untuk mampu menghadirkan informasi yang sejuk, akurat, dan tidak memprovokasi," ujar Dar Edi Yoga.
Wartawan Diminta Hindari Judul Bombastis
Dar Edi juga mengingatkan agar media menghindari penggunaan judul yang sensasional dan narasi yang bisa memperkeruh suasana.
Ia mendorong media untuk lebih menonjolkan nilai-nilai positif seperti gotong royong, persatuan, dan penyelesaian konflik secara damai.
"Tugas kita bukan hanya menyampaikan kejadian, tapi juga menjaga harmoni sosial. Ini saatnya media menunjukkan kelasnya dengan lebih banyak mengangkat solusi, bukan memperbesar masalah," tambahnya.
Media Siber Diminta Perkuat Verifikasi Informasi
Forum Pemred SMSI juga mengajak seluruh redaksi media online untuk memperkuat proses verifikasi, terutama terhadap informasi yang beredar liar di media sosial.
Menurut Dar Edi, arus informasi yang masif dan tidak terkendali dapat memicu kekacauan bila tidak ditangani dengan bijak.
"Media siber harus jadi penjernih informasi, bukan justru ikut terseret dalam pusaran hoaks dan emosi massa. Marwah pers harus dijaga dengan berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kepentingan bangsa," pungkasnya.
Dar Edi Yoga, yang juga merupakan penerima Press Card Number One dari PWI Pusat, menutup imbauannya dengan mengajak seluruh jurnalis untuk kembali pada jati diri pers sebagai penyampai fakta yang berintegritas dan penyejuk di tengah konflik.
Reporter: David Hardson S

0 Komentar