![]() |
| Foto : Tradisi sakral Hajat Bumi, bertepatan dengan Milangkala Desa Walahar ke-82, pada Minggu (14/9/2025). |
Nuansametro.com - Karawang | Dalam semarak Milangkala Karawang ke-392, Desa Walahar turut menyemarakkan perayaan dengan menggelar tradisi sakral Hajat Bumi, bertepatan dengan Milangkala Desa Walahar ke-82, pada Minggu (14/9/2025).
Acara ini berlangsung khidmat di area Makam Keramat Tamiang Gading, Kampung Pabrik Aci, Dusun Manggabesar 2, RT 018 RW 004, Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Hajat Bumi merupakan tradisi tahunan masyarakat agraris yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi, sarana mempererat tali silaturahmi, dan bentuk nyata pelestarian budaya lokal.
Lebih dari sekadar seremoni, acara ini memperkuat nilai-nilai leluhur yang terus dijaga lintas generasi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Walahar H. Adi Supriadi, Ketua BPD Sihabudin, Bhabinkamtibmas Aiptu H.M. Ikbal Karis, Babinsa Serma Sarim Maturidi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Walahar yang datang dengan antusias.
Dalam sambutannya, Kades H. Adi Supriadi menekankan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah ada sejak dahulu. Ia menyebut, Hajat Bumi bukan hanya pesta rakyat, tapi juga refleksi rasa syukur terhadap hasil panen dan anugerah alam yang melimpah.
“Hajat bumi ini bukan sekadar perayaan, tapi juga momentum penting untuk mempererat persatuan, melestarikan budaya agraris, serta menjaga nilai-nilai luhur nenek moyang kita,” ujar H. Adi dalam pidatonya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berasal dari hasil bumi masyarakat sendiri, sebagai bentuk kemandirian dan kekompakan warga.
Dengan digelarnya Hajat Bumi di tengah perayaan Milangkala Karawang dan Milangkala Desa Walahar, masyarakat kembali diingatkan akan akar tradisi dan pentingnya mempertahankan identitas budaya di tengah modernisasi zaman.
Acara berlangsung meriah namun penuh khidmat, dengan doa bersama, tumpengan, hingga penampilan seni tradisional yang menggambarkan kearifan lokal Desa Walahar. Semangat gotong royong dan kebersamaan pun terasa kuat dalam setiap detik jalannya acara.
• OCA


0 Komentar