![]() |
| Foto : Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia Ke-80. |
Nuansametro.com - Bandung | Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Lantai 3 Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat saat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80.
Upacara yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna ini diikuti oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jabar Dr. Jefferdian, S.H., M.H., para Asisten, serta seluruh pegawai Kejati Jabar.
Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah, tetapi juga penegasan komitmen Kejaksaan dalam membangun institusi yang profesional dan berintegritas.
Dalam amanatnya, Kajati Jabar membacakan sambutan dari Jaksa Agung Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya momen bersejarah ini. Delapan puluh tahun lalu, tak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, secara resmi mengangkat Mr. R. Gatot Tanoemihardja sebagai Jaksa Agung Presidensil pertama.
Langkah tersebut menjadi tonggak awal berdirinya Kejaksaan dalam struktur ketatanegaraan Indonesia.
Tema Tahun Ini: Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju
Mengusung tema “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju”, peringatan tahun ini merefleksikan arah pembangunan Kejaksaan yang sejalan dengan strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutan Jaksa Agung, ditekankan bahwa Kejaksaan harus memainkan peran strategis dalam menegakkan hukum yang profesional, proporsional, dan berkeadilan.
Namun, tantangan penegakan hukum di Indonesia saat ini tak bisa dianggap ringan. Penurunan integritas, penyalahgunaan kewenangan, dan minimnya transparansi menjadi sorotan utama.
Oleh karena itu, Jaksa Agung mengajak seluruh Insan Adhyaksa untuk bersatu, mengesampingkan ego sektoral, serta membangun sinergi dan kolaborasi demi kemajuan institusi.
Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, Jaksa Agung menyampaikan tujuh perintah harian yang harus dihayati oleh seluruh jajaran Kejaksaan:
-
Tanamkan semangat kesatuan berlandaskan nilai Tri Krama Adhyaksa dan Trapsila Adhyaksa BerAKHLAK.
-
Dukung penuh program pemberantasan korupsi yang berpihak pada kepentingan rakyat, dengan fokus pada pemulihan kerugian negara.
-
Perkuat posisi Kejaksaan sebagai aktor utama dalam sistem peradilan pidana dan peran sebagai jaksa pengacara negara.
-
Bangun budaya kerja yang kolaboratif, responsif, dan berintegritas.
-
Terapkan secara bijak dan tepat UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang akan berlaku mulai 2026.
-
Lahirkan insan Adhyaksa yang profesional, terarah, dan menjadi role model penegakan hukum.
-
Seimbangkan penerapan hukum positif dengan nilai keadilan sosial dalam masyarakat.
Ajakan untuk Menjaga Marwah Institusi
Di akhir amanatnya, Jaksa Agung menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Kejaksaan. Setiap Insan Adhyaksa diminta untuk menjaga kepercayaan publik dan menjauhkan diri dari perilaku tercela.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ini harus menjadi pelecut semangat pengabdian dan dedikasi yang lebih kuat kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80 ini bukan hanya seremoni belaka, tetapi menjadi pengingat bahwa tugas Kejaksaan adalah bagian penting dari cita-cita besar Indonesia: menegakkan hukum yang adil, merata, dan bermartabat untuk seluruh rakyat Indonesia.
• Red


0 Komentar