Headline News

KAMI & FAIS Karawang Tolak Keras Rencana Tempat Hiburan Malam di Gedung Eks Karawang Theater

Foto : Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang bersama Forum Aktivis Islam (FAIS) saat usai melakukan dialog dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Selasa (16/9/2025).


Nuansametro.com - Karawang | Penolakan keras terhadap rencana beroperasinya tempat hiburan malam di gedung eks Karawang Theater (KT) semakin menguat. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang bersama Forum Aktivis Islam (FAIS) menyatakan sikap menolak tegas wacana tersebut, yang saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Gedung eks KT yang saat ini sedang dalam proses renovasi, diduga akan diubah menjadi pusat hiburan malam seperti karaoke, live music, kafe, hingga diskotek. Hal ini memicu keresahan berbagai elemen masyarakat, terutama organisasi keagamaan yang melihat lokasi gedung tersebut sangat tidak tepat untuk dijadikan tempat hiburan malam.

Presidium KAMI Karawang, H. Elyas Budianto, SH., MH, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil sikap tegas. 

Menurutnya, keberadaan tempat hiburan malam di tengah kota, yang juga berdekatan dengan Masjid Agung Syeh Quro, gereja, pusat bisnis, dan pemukiman warga, tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Karawang yang religius.

“Jika benar tempat hiburan malam akan dibuka di gedung eks KT, maka Pemkab Karawang harus menolak segala bentuk perizinannya. Ini bukan sekadar soal izin melalui OSS, tapi soal moral dan masa depan Karawang,” tegas Elyas usai melakukan dialog dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Selasa (16/9/2025).

Ia juga meminta Bupati Karawang untuk tidak berkompromi dengan sistem perizinan berbasis OSS (Online Single Submission), dan tetap mengedepankan rekomendasi serta pengawasan dari pemerintah daerah.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal KAMI Karawang, Setiadi Widjayanto, mengajak seluruh organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dan lainnya untuk bersatu dalam menyuarakan penolakan terhadap tempat hiburan malam di lokasi tersebut.

“Ini bukan hanya soal gedung, ini soal menjaga moral masyarakat. Mari kita bersatu untuk mencegah kemaksiatan di tengah-tengah kehidupan warga Karawang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FAIS Karawang, Kang Narto, juga menyatakan keprihatinannya. Ia menilai kehadiran tempat hiburan malam di pusat kota akan berdampak negatif terhadap generasi muda.


Foto : Gedung Eks Karawang Theatre.

“Kami sangat menyesalkan jika tempat yang dulunya menjadi ikon budaya kini diubah menjadi tempat hiburan yang dekat dengan kemaksiatan. Kita wajib menjaga generasi muda dari pengaruh buruk seperti ini,” tegasnya.

Kang Narto juga mendesak Pemkab Karawang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perizinan tempat hiburan di wilayah Karawang, serta menindak tegas tempat-tempat yang beroperasi tanpa izin dan menjual minuman keras secara bebas.

“Mari kita jaga bersama Karawang sebagai kota santri, kota yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan budaya ketimuran,” pungkasnya.


• Irfan Sahab 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro