Foto : Pekerja di proyek rehabilitasi ruang kelas SMAN 1 Batujaya Karawang tanpa pengaman diri. (Dok: NM)

Nuansametro.com – Karawang | Proyek rehabilitasi ruang kelas SMA Negeri 1 Batujaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 2,9 miliar dan dilaksanakan oleh PT Wahana Dimensia Indonesia ini diduga mengabaikan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pantauan di lapangan oleh NuansaMetro.com pada Kamis (14/08/2025) menunjukkan bahwa sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait K3. 

Hal ini tentu menjadi ironi, mengingat di lokasi proyek terpampang spanduk besar yang mengimbau pentingnya menjaga keselamatan kerja serta pelaksanaan ibadah.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada 15 Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada 11 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. 

Namun, pelanggaran terhadap standar K3 dinilai sangat berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan dapat berdampak buruk terhadap keseluruhan progres proyek.

Masyarakat berharap penyelesaian proyek tidak mengorbankan keselamatan para pekerja.

 "Target pekerjaan memang penting, tapi keselamatan pekerja tetap harus diutamakan. Jangan sampai ada korban baru dilakukan tindakan," ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Bendahara SMA Negeri 1 Batujaya, Benni Burhani, S.Pd., M.M., mengaku tidak mengetahui secara detail pelaksanaan proyek tersebut.

"Itu dikontraktualkan ke pemborong. Kami pihak sekolah hanya terima kunci saja. Di lokasi hanya ada mandor, namanya Pak Supri," ujar Benni.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Supriyono selaku mandor pelaksana proyek belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan dan melakukan inspeksi langsung ke lapangan guna memastikan bahwa proyek berjalan sesuai ketentuan, terutama dalam hal keselamatan kerja.

Jangan sampai investasi besar dari pemerintah justru menciptakan celaka bagi para pekerja karena lemahnya pengawasan.


• Kojek