![]() |
| Foto : Acara deklarasi Partai Rakyat Indonesia (PRI) sebagai partai politik baru. (Dok: Ist) |
Nuansametro.com - Jakarta | Sebuah babak baru dalam perpolitikan nasional resmi dimulai. Partai Rakyat Indonesia (PRI) secara resmi dideklarasikan sebagai partai politik baru yang siap menjadi rumah besar bagi seluruh elemen masyarakat. Deklarasi ini digelar penuh khidmat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/8), bertepatan dengan momen bersejarah 8 Dekade Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aditya Yusma, tokoh muda dan Sekretaris Jenderal PRI yang akrab disapa Mas Ndaru, tampil sebagai motor penggerak semangat kebangsaan dalam acara tersebut. Dalam pidatonya, Aditya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan PRI sebagai tempat perjuangan bersama menuju Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"PRI adalah rumah bagi anak yatim piatu, para ulama, aktivis, buruh, petani, dan seluruh rakyat Indonesia yang ingin berjuang bersama. Kami hadir sebagai partai rakyat yang benar-benar dari rakyat dan untuk rakyat," tegas Aditya, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia.
Makna di Balik Simbol dan Angka Delapan
PRI hadir dengan simbol seekor macan, yang menurut Aditya melambangkan harapan besar agar Indonesia kelak menjadi "Macan Dunia". Di sisi lain, simbol padi dan kapas mencerminkan cita-cita PRI untuk menciptakan ketahanan pangan dan kemandirian sandang bagi bangsa.
Menariknya, acara deklarasi PRI penuh dengan simbol angka delapan sebagai cerminan identitas partai. Delapan unsur masyarakat diundang secara khusus, delapan jenis kue tampah tradisional disajikan, dan delapan jenis bunga serta dua tandan pisang (Pisang Raja dan Pisang Emas) masing-masing terdiri dari delapan sisir, dihadirkan sebagai lambang keberkahan dan kemakmuran.
PRI: Bersama Rakyat, Menuju Indonesia Emas
Ketua Umum PRI, Muhammad Nazaruddin tokoh nasional dan filantropis dengan rekam jejak panjang dalam pengabdian sosial—menegaskan bahwa PRI hadir untuk memperkuat semangat nasionalisme dan religiusitas dalam bingkai kebangsaan.
"Deklarasi PRI adalah tonggak awal perjuangan kita menuju Indonesia Emas. Kami berdiri kokoh di atas nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Nazaruddin.
PRI juga menyatakan dukungan penuh terhadap visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Astacita (Delapan Cita) serta tujuh program prioritas pemerintah yang menitikberatkan pada pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, serta kemandirian bangsa.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat—guru, pedagang kecil, ojek online, mahasiswa, tokoh agama, serta 300 anak yatim piatu—yang ikut memanjatkan doa bersama untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Tentang Partai Rakyat Indonesia (PRI)
Partai Rakyat Indonesia didirikan pada 8 Agustus 2025 sebagai partai berhaluan Nasionalis-Religius. Dengan semangat "Oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat", PRI bercita-cita menjadi kekuatan politik alternatif yang menjunjung tinggi keberagaman dan keadilan sosial.
Dengan semangat gotong royong, PRI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan menyongsong masa depan. Karena bersama rakyat, Indonesia akan kuat. Bersama rakyat, PRI siap menjaga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Muhammad Fadhil

0 Komentar