Headline News

PLN dan Pesantren SAYAD Hadirkan Akses Pendidikan Digital Bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Karawang

Foto : Proses belajar mengajar di Pesantren SAYAD Karawang. (Dok: Ist)

Niansametro.com - Karawang | Dalam semangat memajukan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya melalui kolaborasi strategis dengan Pondok Pesantren SAYAD di Karawang. 

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN bersama Pesantren SAYAD menghadirkan akses pendidikan digital bagi anak-anak yatim dan dhuafa di wilayah Karawang dan sekitarnya.

Langkah ini sejalan dengan semangat "Sekolah Rakyat" yang baru diluncurkan pemerintah, yakni membuka ruang belajar terbuka untuk semua kalangan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Teknologi untuk Semua, Tak Ada yang Tertinggal

Pondok Pesantren SAYAD (Saung Yatim dan Dhuafa), yang berdiri sejak 2015 di Desa Majalaya, Karawang, selama ini dikenal sebagai lembaga yang tak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga membina karakter dan keterampilan hidup bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Kini, dengan dukungan dari PLN, pesantren tersebut resmi memiliki fasilitas pembelajaran digital seperti komputer, akses internet, dan pelatihan literasi digital yang dapat digunakan para santri serta anak-anak di lingkungan sekitarnya.

"Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan, melek teknologi, dan memiliki daya saing," ujar General Manager PLN UIT JBT, Abdul Salam Nganro.

Membuka Pintu Masa Depan Anak Bangsa

Kolaborasi ini disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren SAYAD, Ustadz Narto Majid, yang menyatakan bahwa program ini bukan hanya soal bantuan teknologi, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak yatim dan dhuafa.

"Kehadiran fasilitas digital ini adalah awal dari perubahan besar. Anak-anak kami kini memiliki akses ke dunia luar, bisa belajar hal-hal baru, dan lebih siap menyongsong masa depan," tuturnya penuh haru.

Membangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian

Senada dengan hal tersebut, Manager UPT Karawang, Harry Gumilang, menambahkan bahwa inisiatif ini bukan hanya meningkatkan literasi digital, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian di kalangan penerima manfaat.

"Kami berharap program ini bisa menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka dan mengejar cita-cita, tanpa terbatas oleh kondisi ekonomi," ujarnya.

Sinergi Menuju Masa Depan Lebih Cerah

Dengan terwujudnya program pendidikan digital ini, PLN berharap dapat terus menjadi motor penggerak perubahan sosial, khususnya dalam dunia pendidikan. Sinergi dengan lembaga-lembaga lokal seperti Pesantren SAYAD menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dapat menciptakan dampak nyata yang berkelanjutan.

PLN percaya bahwa akses pendidikan yang merata adalah kunci untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan global tanpa melupakan akar nilai dan karakter bangsa.


• Red 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro