Headline News

Lulusan PPG Unsika Resmi Disumpah, Rektor: "Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Perjuangan"

Foto : Acara pengukuhan sumpah profesi 204 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Singaperbangsa Karawang.

Nuansametro.com- Karawang | Sebanyak 204 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi dikukuhkan sebagai pendidik profesional oleh Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dalam acara Pengukuhan Sumpah Profesi yang digelar di Aula Syech Quro, Minggu (31/8). 

Momen ini menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan karier para lulusan yang siap mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh haru, para peserta satu per satu mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk komitmen terhadap tugas mulia seorang guru. 

Acara ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga simbol tanggung jawab besar yang kini mereka emban: mendidik, membimbing, dan membentuk karakter generasi bangsa.

Rektor Unsika, Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. 

Ia mengingatkan bahwa kelulusan PPG bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan panjang sebagai pendidik.

“Pengukuhan ini bukan sekadar selebrasi, melainkan titik awal perjuangan. Guru harus terus memperkuat diri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia,”ujar Prof. Ade Maman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa guru profesional tidak cukup hanya menguasai ilmu di bidangnya, tetapi juga harus memiliki keunggulan dalam empat kompetensi utama: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. 

Keempat aspek ini, menurutnya, harus terus diasah agar dapat menjawab berbagai tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era digital dan globalisasi.

“Seorang guru sejati adalah pembelajar sepanjang hayat. Jangan pernah berhenti belajar, karena dunia terus berubah dan pendidikan harus menjadi ujung tombak dalam menghadapinya,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Ade Maman juga mengajak para lulusan untuk tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. 

Menurutnya, kualitas pembelajaran harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan moral generasi muda.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen pembimbing PPG, serta keluarga para peserta yang datang dari berbagai daerah. 

Wajah-wajah haru dan bangga terlihat jelas saat para lulusan mengenakan selempang dan menerima sertifikat profesi. 

Banyak di antara mereka yang telah berjuang keras menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa, pendidik, dan kepala keluarga.

Salah satu peserta, Nadia Putri Ramadhani, mengaku terharu dan bangga bisa mencapai titik ini. Ia berharap dapat segera mengabdikan diri di sekolah, terutama di daerah-daerah yang kekurangan tenaga pendidik.

“Ini adalah mimpi yang jadi nyata. Semoga kami bisa menjadi guru yang tak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi,” katanya.

Pengukuhan sumpah profesi ini menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan membutuhkan lebih banyak guru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi dan jiwa pengabdian. 

Unsika, sebagai institusi pendidikan tinggi, berkomitmen untuk terus mencetak pendidik-pendidik unggul yang siap membangun masa depan bangsa.

Dengan semangat profesionalisme dan integritas, para lulusan PPG Unsika 2025 kini melangkah ke dunia nyata membawa harapan besar, semangat pengabdian, dan tekad untuk menjadikan pendidikan Indonesia lebih bermakna.



• Irfan Sahab

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro