![]() |
| Foto : Ketua FWJI Korwil Kota Tangerang, Cecep Yuliardi |
Nuansametro.com – Tangerang | Menyikapi dinamika sosial yang kian kompleks di tengah derasnya arus informasi digital, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kota Tangerang mengeluarkan seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat. Intinya: jaga stabilitas wilayah, tangkal provokasi, dan ciptakan ruang publik yang sehat serta bermartabat.
Dalam keterangannya pada Minggu (31/8/2025), Ketua FWJI Korwil Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban umum, terutama di tengah banyaknya konten digital yang belum terverifikasi dan berpotensi memicu konflik.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh video maupun narasi yang tidak jelas kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang justru memperkeruh suasana. Tangerang adalah kota beradab, mari kita jaga bersama," tegas Cecep.
Potensi Konflik Sosial Jadi Perhatian
Cecep mengungkapkan bahwa sejumlah titik di Kota Tangerang memiliki kerentanan sosial yang perlu diwaspadai bersama. Menurutnya, menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara.
"Kita semua punya peran. Ormas, LSM, komunitas mahasiswa, hingga warga biasa, semua adalah garda depan dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan damai," ujarnya.
Tangerang, Kota Berbasis Nilai Akhlaqul Karimah
FWJI meyakini bahwa masyarakat Tangerang memiliki kecerdasan sosial tinggi untuk memilah informasi edukatif dari yang destruktif. Cecep menyebut, nilai-nilai Akhlaqul Karimah seperti moral, etika, dan toleransi sosial harus terus menjadi pedoman.
"Kebebasan berekspresi dijamin konstitusi, tapi tidak boleh mengorbankan ketertiban umum. Jika ingin menyampaikan aspirasi, lakukan secara damai, tertib, dan bermartabat," katanya.
Netral, Independen, dan Berdedikasi
Sebagai lembaga profesi, FWJI menegaskan bahwa pihaknya tidak berpihak pada kelompok manapun dan tidak digerakkan oleh kepentingan politik atau ekonomi. Peran FWJI di Kota Tangerang adalah menjadi bagian dari sistem sosial yang menjaga keberimbangan informasi.
"Kami hadir bukan karena dibayar, bukan untuk membela siapa pun. Tugas kami adalah membantu masyarakat tetap mendapatkan informasi yang benar, edukatif, dan membangun," jelas Cecep.
Cerdas Bermedia Sosial, Jangan Jadi Bagian Disinformasi
FWJI juga menyoroti tren penyebaran konten manipulatif dan provokatif yang marak di media sosial. Cecep mengingatkan pentingnya verifikasi informasi, literasi digital, dan kehati-hatian sebelum menyebarkan konten.
"Informasi kini menyebar lebih cepat dari klarifikasi. Mari kita jadi masyarakat yang cerdas, tidak reaktif, dan tidak mudah terprovokasi," serunya.
Ajak Kolaborasi Semua Pihak
Di akhir pernyataannya, FWJI mengajak seluruh lapisan masyarakat, media, pemerintah, dan aparat keamanan untuk terus menjaga integrasi sosial dan mencegah polarisasi.
"Tangerang adalah rumah kita bersama. Rawatlah kota ini dengan cinta damai, kesadaran kolektif, dan semangat membangun—tanpa saling menyakiti atau mencurigai," tutup Cecep.
Penutup: Jangan Asal Sebar, Saring Dulu Sebelum Sharing
Seruan FWJI ini menjadi pengingat penting di era digital: bijaklah dalam bermedia sosial. Di tengah derasnya informasi, hanya masyarakat yang cerdas dan bersatu yang mampu menjaga stabilitas dan keharmonisan.
Jaga Tangerang, Jaga Ketenangan.
• ZuL

0 Komentar